Uang Korban yang Ditipu Oknum Karyawan BRI Potensial Tidak Kembali

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) MINTA GANTI: Para korban penipuan oleh oknum karyawan Bank BRI berharap uangnya kembali.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Pelaku penipuan bermodus program perbankan yang merugikankorbannya hingga miliaran, hingga saat ini belum terdeteksi keberadaannya. Buronan bernama Anizar yang juga oknum karyawan BRI itu, telah membawa kabur uang 20 korbannya senilai Rp8,2 miliar.

Kasatreskrim Kepolisian Resort (Polres) Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo membenarkan bahwa terduga pelaku penipuan itu belum jelas keberadaaannya, sehingga masih berstatus buron.

Bacaan Lainnya

Sejauh ini, Anisar sudah ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik Polres Pamekasan mengancam dengan pasal 372 dan 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan dan penggelapan.

AKP Adhi mengatakan, pihaknya hanya mengancam dengan pasal tersebut. Soal kewajiban mengembalikan uang korban, dipasrahkan pada putusan pengadilan. Dirinya juga menampik tersiarnya kabar bahwa terdapat anggota polisi yang juga ikut menjadi korban dalam kasus penipuan tersebut.

“Belum ada anggota polisi yang jadi korban,” ucapnya.

Sementara itu, praktisi hukum dari Universitas Islam Madura (UIM) Zaini memastikan, kewajiban Anizar mengembalikan uang korban tersebut hanya bisa dilakukan melalui gugatan perdata. Sedangkan laporan pidana ke pihak kepolisian bisa diselesaikan setelahnya.

Dengan demikian, pelaku penipuan yang sebelumnya sempat bertugas di Bank BRI unit Waru itu tidak hanya mendekam di penjara, tetapi juga harus mengganti uang korban.

“Dua-duanya sama jalan. Tapi pidana itu menunggu dari putusan perdata,” ucapnya.

Hal itu disebutnya berdasar pada Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 1956. Sehingga para korban harus terlebih dahulu mengumpulkan bukti-bukti yang kuat untuk menggugat secara perdata.

Menurut Zaini, aksi korban yang bertahan berhari-hari di depan kantor BRI Pamekasan, dinilai tidak akan membuahkan hasil.

“Kalau mereka berlama-lama di situ tidak ada hal yang ditunggu ya kasihan,” pungkas dosen fakultas hukum tersebut.(ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *