Uji Coba PTM Jenjang TK Lancar, Disdik Tekankan Prokes

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) SEKOLAH: 60 sekolah tingkat PAUD terapkan uji coba PTM, disdik optimis berjalan sukses dan terapkan prokes.

 KABARMADURA.ID, Sampang – Penerapan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) resmi dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Rabu (5/11). Poin penting dalam penerapan PTM itu ditekankan tentang mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

Pada pelaksanaan PTM itu, ikut memantau langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang H. Yuliadi Setiawan, Plt Kepala Disdik Sampang H. Nor Alam, Plt Kepala Satpol PP Drs. Suyanto, Kepala Dishub Aji Waluyo.

Peninjauan diawali dengan mengunjungi TK Desa Tanjung Kecamatan Camplong, kemudian dilanjutkan ke TK Dharma Wanita 1 Camplong, kemudian TK Al Hidayah dan TK Asmawiyah di Desa Aeng Sareh.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang H. Yuliadi Setiawan mengatakan, pemantauan penerapan PTM sebagai bentuk untuk memastikan praktik di lapangan sudah sesuai dengan protokol kesehatan, sehingga tidak memunculkan adanya klaster baru dari kalangan siswa dan guru.

Ditambahkannya, praktik di lapangan para siswa yang masuk hanya diberi ruang separuh dari keseluruhan siswa dengan tujuan mengurangi resiko penyebaran Covid-19.

“Pemantauan itu memastikan sesuai protokol kesehatan, dengan diperiksa suhu tubuh dan mencuci tangan sebelum masuk serta selalu memakai masker, dan kami imbau saat guru sakit atau ada gejala untuk tidak masuk,” ucap Sekda Kabupaten Sampang, H. Yuliadi Setiawan, Minggu (15/11/2020).

Sementara itu Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Sampang, Nor Alam menuturkan, penerapan uji coba PTM sangat efektif, mengingat pendidikan merupakan tonggak yang sangat penting untuk diprioritaskan. Sehingga, pada kesempatan tersebut, dirinya kembali menerapkan PTM di tingkat PAUD yang meliputi TK dan KB di 14 kecamatan yang ada di Sampang.

“Dari 14 kecamatan itu tercatat 60 sekolah yang dipilih untuk menerapkan PTM, karena dari masing-masing kecamatan hanya diambil dua dan itu sebagai sampel untuk melihat penerapan uji coba ini akan maksimal atau tidak kedepannya,” ucapnya.

Dijelaskan Nor Alam, dari 60 sekolah tingkat PAUD tersebut, 30 sekolah tingkat KB dan 30 sekolah tingkat TK. Sebagai upaya penekanan prokes tersebut, siswa yang diperbolehkan masuk itu maksimal hanya lima siswa. Namun, jika pihak sekolah menginginkan untuk memasukan semua siswa, dirinya memperbolehkan dengan syarat harus bergantian. Artinya, lima siswa sebelumnya pasca diberikan pembelajaran disuruh pulang terdahulu, kemudian kembali PTM lima siswa lagi sampai berikutnya.

“Untuk memberikan pembelajaran dua jam setengah, dan itu tanpa istrihatan, jadi usai sekolah siswa itu langsung pulang,” pungkasnya. (mal/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *