oleh

Uji Coba PTM Serentak Kedua di Sampang Dihentikan

Kabarmadura.id/SAMPANG-Setelah berakhir pada 22 9 September 2020, penerapan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) ke-II dipastikan tidak berlanjut.

PTM yang dimulai pada 9 September 2020 untuk sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah dasar (SD) naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang itu, sebelumnya akan dilaksanakan di 11 kecamatan di Sampang.

Tidak dilanjutnya uji coba yang telah dilaksanakan selama 14 hari itu, lantaran masih membutuhkan evaluasi bersama pihak kepala sekolah dan pengawas.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Sampang Nor Alam mengatakan, setelah eveluasi, Jika uji coba tersebut dinyatakan efektif dan kondusif, maka akan dilanjut pada Jumat (25/9/2020).

Evaluasi itu juga diharapkan, penerapan uji coba tidak hanya berlanjut ke tahap II, tetapi juga ke tahap III. Hal itu, sesuai hasil kesepakatan dari pihak kepala sekolah dan pengawas.

“Sebelumnya ada enam sekolah, tiga SD dan tiga SMP berlokasi di tiga kecamatan, kemudian setelah kondusif, rencananya dilanjut tahap kedua mulai 9 sampai 22 September 2020 dengan melibatkan 22 tingkat SMP di 11 kecamatan, namun saat ini tidak dilanjut,” ungkapnya, Rabu (23/9/2020).

Saat ini pihaknya sudah mengedarkan surat edaran (SE) tentang tidak dilanjutkannya PTM terbatas tersebut. Keputusan itu diambil setelah berkoordinasi dengan Tim Gugus Penanggulangan Covid-19 Sampang.

Rencananya, evaluasi akan dilakukan melalui rapid test kepada semua guru yang menjalankan uji coba PTM tahap II. Kemudian kepala sekolah maupun pengawas melaporkan hasil rapid test itu. Ketika hasil evaluasi menyatakan kondusif bisa melaksanakan uji coba PTM, akan dilanjut kembali pada 25 September 2020.

“Pokoknya jika hasil sudah diketahui kami akan mengambil tindakan hari Jumat besok, serta melanjutkan uji coba tahap III,” jelas Nor Alam.

Kendati demikian, untuk enam sekolah yang sudah menjalankam uji coba tahap pertama tetap berjalan, tetapi karena ada satu pegawai tata usaha (TU) yang terinfeksi Covid-19, di sekolah Kecamatan Torjun yang awalnya siswa yang masuk sebanyak 50 persen dari seluruh siswa di sekolah itu, dikurangi 25 persen siswa yang boleh masuk.

“Untuk yang di Kecamatan Torjun itu tetap berjalan, cuma persenannya dikurangi,” pungkasnya. (mal/waw)

Komentar

News Feed