Uji Kenaikan Sabuk, Datangkan Pelatih Berkualitas

  • Whatsapp
(FOTO: SHOLEH FOR KM) BERBARIS: Para atlet Karate Inkai saat berlatih uji kenaikan sabuk di lapangan Kecamatan Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Uji kenaikan sabuk oleh Institut Karate Do-Inkai Cabang Bangkalan dilakukan secara selektif dan terbuka. Bahkan, sampai mendatangkan pelatih dari Surabaya agar mendapatkan kualitas atlet yang baik. Muaranya, nanti bisa melakukan pemantapan untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim di 2022 mendatang.

Pelatih karate Do-Inkai Bangkalan Ahmat Soleh menyampaikan, ujian kenaikan sabuk memang dilakukan secara offline dan terbuka. Tetapi, tetap dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami memang melakukannya secara terbuka dan bersama, alhamdulillah lancar,” katanya.

Atlet yang hendak melalukan uji kenaikan harus mendapatkan persetujuan orang tua dan memastikan dirinya dalam kondisi sehat dan prima. Sehingga, tidak menimbulkan cedera serius.

“Saya tidak ingin mereka mendapatkan resiko, sehingga memang harus kami pastikan dulu,” ulasnya.

Sebelum dilakukan ujian, para atlet sebelumnya sudah mendapatkan materi mengenai apa saja yang diujikan. Sehingga, bisa lebih siap dan kesempatan keberhasilan bisa lebih besar didapatkan.

“Akhirnya benar, hampir semua atlet bisa naik tingkat,” paparnya.

Dari sebanyak 124 orang yang mengikuti uji kenaikan sabuk, 16 di antaranya bisa naik langsung dua tingkat. Sehingga, yang naik satu tingkat sebanyak 108 atlet. Selain itu, pelatih yang didatangkan juga dari Surabaya. Sehingga, kualitas atlet benar-benar diuji.

“Saya bersyukur sebagai pelatih harian, mereka menunjukkan hasil yang luar biasa,” jelasnya.

Sedangkan menurut Ketua KONI Bangkalan Ahmad Fauzan Jakfar, sebelumnya sudah melakukan revitalisasi kepada semua pelatih di semua cabang olahraga. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kompetensi pelatih.

“Semua pelatihan saya kira sudah siap dan mau melakukan pelatihan fisik dasar,” ungkapnya.

Dirinya menginginkan agar semua pelatih bisa mendapatkan kompetensi kemampuan latihan fisik dasar yang sama. Sehingga, para atlet nantinya bisa mengadopsi dan mendapatkan latihan itu juga.

“Kalau pelatihnya bagus, maka saya yakin kualitas atlet juga pasti turut bagus,” pungkasnya. (hel/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *