Uji Lab Air Diskan Bangkalan belum Sumbang PAD

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) GIAT: Teknisi BBI saat menangkap ikan di kolam BBI Desa Burneh, Kecamatan Burneh, Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN, BURNEH – Keberadaan alat uji lab air milik Dinas Perikanan (Diskan) Bangkalan belum bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Meski sudah lama dibangun namun sampai saat ini belum bisa dioperasikan secara maksimal.

Kepala Dinas Perikanan Bangkalan Mohammad Zaini mengutarakan, pihaknya belum bisa menetapkan uji lab air sebagai sumber PAD ditahun 2021. Sebab, layanan fasilitas uji lab masih terbilang umum dan lemah. Sehingga belum bisa ditarik retribusi. ”Alat kami masih minim, dan hanya bisa mengukur kadar air saja, belum bisa secara detail,” ulasnya.

Bacaan Lainnya

Menurut Zaini kebutuhan pembelian alat yang lebih berat belum bisa dicukupi. Sebab, kebutuhan dana diperkirakan mencapai Rp 100 hingga 300 juta untuk belanja alat. Sedangkan untuk tempat, pihaknya mengaku telah melakukan menyediakan tempat uji lab di tempat yang sama dengan Balai Benih Ikan (BBI). ”Tempatnya sudah ada, alatnya juga ada. Tapi alat yang ini masih belum bisa bekerja maksimal, “ tuturnya.

Pihaknya tahun 2021 hanya menerima dana untuk uji coba, tetapi hal tersebut juga dibutuhkan, agar penerapan di tahun 2022,.warga sudah merasa yakin untuk melakukan uji lab hingga akurat. Kemungkinan besar dana yang akan digunakan uji lab air tersebut menghabiskan Rp50 juta. ”Nanti biar kami laksanakan langsung ke sungai-sungai, sementara untuk edukasi saja, tahun depan akan kami,” ujarnya.

Salah satu pengusaha lele di Desa Kebun, Kecamatan Kamal Husni Mubarok mengaku sangat membutuhkan alat uji lab air atau alat ukur kadar air. Sebab alat itu dapat membantu mendeteksi kebutuhan air ikan lelenya. ”Saya rasa para petambak atau para pembudidaya ikan seperti saya memang butuh itu, karena bisa meningkatkan produksi,” ulasnya.

Kata Barok, dirinya pernah ditawari uji lab air oleh mahasiswa untuk melakukan uji lab dan kadar air di kolamnya. Setelah diketahui. Memilih air dan mencampur dengan beberapa ramuan, ikannya bisa berkembang lebih pesat. ”Hal ini kan biasanya dibina dan dilakukan oleh pemkab, semoga saja segera dilakukan,” tutupnya. (km59/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *