Uji Zat Permen Dot, BPOM Butuh SK Dinkes dan Rumah Sakit

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) PENGECEKAN: Dinas Perdagangan mengambil permen dot yang ada di salah satu toko di Kecamatan Burneh Bangkalan untuk dijadikan sampel.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan terus mendalami dugaan permen dot beracun yang mengakibatkan tiga orang anak menjadi korban di Kecamatan Burneh. Hanya saja, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum bisa menerbitkan dan melakukan pemeriksaan. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Metrologi dan Perlindungan Konsumen Disdag Bangkalan Lilik Hariyati, Minggu (17/10/2021).

Menurutnya, BPOM Surabaya belum mengeluarkan hasil laboratorium dari sitaan permen dot pada awal bulan lalu. Sebab membutuhkan proses yang cukup lama untuk memastikan kandungan dari permen dot tersebut. “BPOM bisa melakukan pengujian, jika ada keterangan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) maupun rumah sakit yang menyatakan anak tersebut memang keracunan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Dia menuturkan, sebelumnya hanya memberikan laporan dan menyita permen dot di salah satu toko Kecamatan Burneh.  Seharusnya BPOM Surabaya juga bisa melakukan uji sampel. “Dari sampel itu katanya mungkin salah satunya aja, sedangkan kami kemarin hanya mengambil dua untuk diserahkan ke BPOM, ternyata yang diuji harus banyak,” tuturnya.

Sedangkan surat keterangan keracunan, untuk memastikan bahwa anak tersebut keracunan akibat zat yang dikandung permen dot atau lainnya. Saat ini, masih menunggu pihak keluarga mengenai hasil keterangan dari rumah sakit. “Kami sebatas melakukan penindakan di lapangan setelah ada laporan, yang melampirkan keracunan dari pihak keluarga harus meminta jika ingin diuji sampel permen dotnya. Begitu juga dengan Dinkes harus melakukan laporan juga ke BPOM,” terangnya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *