oleh

Ujian Berat Bawaslu Sumenep di Masa Tenang

KABARMADURA.ID  – Akhir masa kampanye di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep sudah di depan mata, Sabtu (5/12/2020). Waktu kedua pasangan calon (paslon) meyakinkan masyarakat Sumenep itu sudah dimulai sejak 26 September 2020 lalu.

Tak ayal, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumenep Devisi Hukum, Data dan Informasi Imam Syafi’i sudah menginstruksikan kepada jajaran Panwas Kecamatan dan Kelurahan/Desa untuk rajin memeriksa dan patroli.

Tujuannya, Bawaslu Sumenep tidak ingin geliat kampanye masih berlangsung di masa tenang, yakni sejak Minggu (6/12/2020) hingga pencoblosan, Rabu (9/12/2020).

Selain itu, Imam membeberkan, akan segera mengirimkan surat kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumemep untuk ikut serta bersama-sama melakukan netralisir agar tidak giat kampanye di masa tenang.

“Kami juga akan menyampaikan imbauan kepada kedua paslon atau tim kampanye, serta juga relawan untuk tidak melakukan giat kampanye,” tegasnya kepada Kabar Madura saat ditemui di kantornya, Kamis (3/12/2020).

Di samping itu, Imam membocorkan akan gencar berpatroli untuk mencegah terjadinya politik uang jelang dan hari pencoblosan Pilkada Simenep.

Komisioner Bawaslu Sumenep ini menjelaskan, khusus kampanye di media sosial (medsos), Bawaslu Republik Indonesia (RI) sudah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah medsos, termasuk Facebook, Twitter, Instagram, dan sebagainya.

“Terutama agar tidak melayani iklan kampanye di medsos,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Bawaslu Sumenep akan mengimbau kedua paslon untuk menghentikan postingan berbau kampanye di medsos yang sudah terdaftar, yakni masing-masing paslon nomor urut 1 sebanyak 10 medsos dan nomor urut 2 memanfaatkan 13 medsos.

Bahkan, Imam menegaskan, ketika ditemui postingan sebelumnya dilakukan pembagian ulang, itu akan tergolong kampanye. Pihaknya akan menindak sesuai dengan Peraturan Bawaslu Nomor 8 Tahun 2020.

Begitu juga dengan Alat Peraga Kampanye (APK) agar sudah diturunkan saat pukul 00.00 WIB di akhir masa kampanye Pilkada Sumenep.

“Ketika dibagikan kembali, saya pastikan di akun yang terdaftar akan kami tindaklanjuti sebagai temuan pelanggaran,” pungkasnya.  (idy/nam)

Komentar

News Feed