oleh

Ujian Nasional Terpaksa Beralih ke Penakanan Nilai Karakter Siswa

Kabarmadura.id/Pamekasan-WabahCovid-19 tidak hanya berdampak terhadap sektor perekonomian. Namun dunia pendidikan juga terimbas virus tersebut. Realitasnya, saat ini para siswa/i tidak perlu mengikuti Ujian Nasional (UN).

Sebab, pendidikan jarak jauh (PJJ) menjadi alternatif untuk melaksanakan kegiatan belajar di tengah mewabahnya Covid-19. Hanya saja, pelaksanaannya masih menimbulkan polemik. Sebab pencapaian indikator pendidikan tidak sepenuhnya dibebankan kepada guru dan siswa.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Jawa Timur (Jatim) Pamekasan Salamet Goetiantoko mengatakan, dalam pelaksanaannya tidak menekan siswa dan guru untuk memenuhi pencapaian keberhasilan pendidikan. Namun, pembelajarannya lebih ditekankan pada kematangan karakter siswa di semua level.

“Selama masa Covid-19 tidak ada target kurikulum yang harus dicapai, tetapi mencapai kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi yang ada, artinya, kalau dulu ada 100 point yang harus dicapai sekarang tidak harus mencapai itu, yang penting target yang dicapai sesuai dengan daerah itu,” ujarnya, Minggu (23/08/2020).

Menurutnya, dalam praktiknya setiap sekolah, baik level sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat dikesampingkan, lebih utama pada pendidikan karakter anak.

“Jadi tidak sama sudah, karena sebagian anak-anak tidak masuk normal, artinya yag 25 orang ini masuk dan 75 lainnya kan daring, jadi secara bergantian,” ucapnya.

Dia juga memaparkan untuk ukuran prestasi anak, sangat berbeda dengan pembelajaran tatap muka, namun lebih kepada prestasi pendidikan karakter. “Jadi kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak ada sudah tidak ada sekarang,”ulasnya.

Salamet menegaskan untuk saat ini memang sudah tidak ada pelaksanaan UN. Namun lebih pada pengukuran karakter anak-anak, untuk dijadikan indikator kelulusan kelas akhir.

“Nilai pendidikan karakternya itu, dari hasil survei, dari pengamatan lebih kepada pendidikan karakter,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Pamekasan Qomarul Wahyudi menyampaikan, untuk pelaksanaan pendidikan di tengah Covid-19 harus ada langkah konkret dari pengelolaan pendidikan, agar kompetensi anak bisa diarahkan dengan baik.

“Kami harapkan pelaksanaan pembelajarannya tidak mengesampingkan tujuan mendasar pendidikan, yakni untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,”tukasnya. (rul/ito)

 

Komentar

News Feed