UKM Pencak Silat STIEBA Madura, Satukan Ksatria dari Berbagai Perguruan

  • Whatsapp

 

ATRAKTIF: Para pendekar yang tergabung UKM Pencak Silat STIEBA Madura menunjukkan aksinya.

Di bawah pohon rindang, tepatnya di halaman bagian dalam kampus  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bahaudin Mudhary (STIEBA) Madura, terlihat beberapa mahasiswa kampus sedang bercengkerama. Rupanya, di antara mereka, adalah beberapa pendekar silat yang berlaga di penampilan pencak silat saat peresmian kampus STIEBA Madura beberapa hari lalu.

Moh Tamimi, Sumenep

 

Dari penuturan Ketua terpilih Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat, Ahmad Ainur Ridha Dony Alfayat, pencak silat di STIEBA Madura tidak jauh berbeda dengan perguruan lainnya, kunci utamanya, dalam atraksi yang mereka lakukan adalah trik dan keyakinan.

“Semua ada triknya, keyakinan juga. Seperti kita menggigit lampu itu, triknya, lampunya jangan ditarik ke bawah saat menggigit, kalau ditarik ke bawah bisa luka bibirnya. Langsung gigit saja!” ungkap salah salah satu mereka dengan dibarengi anggukan setuju dari rekan-rekan setimnya .

Menurut mereka, pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat masih belum dilantik, pelantikan BEM dan DPM saja masih akan diselenggarakan di akhir bulan ini, 30 Desember. Meskipun demikian, nama ketuanya sudah ditentukan.  Sampai saat ini, mereka masih terus memikirkan bagaimana formasi pengorganisasian pencak silat di kampus itu.

Empat pendekar dia ntara mereka dari Ikatan  Keluarga Silat (IKS) Putra Indonesia (PI) Kera Sakti: Ahmad Ainur Ridha Dony Alfayat, Bukhairi, Moh. Ainur Fawaid, dan Ardiyansyah. Ada pula, di kampus itu, dari perguruan Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT). Sehingga para calon pengurus pencak silat ini memikirkan bagaimana bisa memberikan kenyamanan untuk semua.

Bukhairi, pemuda yang kerap dipanggil Bukhari ini menuturkan, kalau dalam satu UKM Pencak Silat menaungi beberapa perguruan takutnya terjadi bentrok antar perguruan silat, tetapi kalau hanya satu perguruan Silat, hanya dari IKS PI Kera Sakti, misalnya, takutnya mahasiswa dari perguruan lain tidak terwadahi kreativitasnya.

“Ya, tapi perbedaan itulah yang menyatukan,” kelakarnya disambut tawa riang oleh semua teman-temannya di sekitarnya.

Bagaimanapun, mereka terus mengupayakan yang terbaik untuk kemajuan STIEBA Madura di bidang pencak SILAT. Bukan hanya di pihak UKM, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Ahmad Kurdi Irfani, pun juga angkat suara tentang hal itu, bagaimana caranya terus menjaga kerukunan yang terjalin, di kampus STIEBA Khususnya.

Sang ketua UKM Pencak Silat itu berpesan, “Seberapa hebat, seberapa kuat, dan seberapa tangguh pun dirimu, kehebatan itu bukan hanya mencari sensasi dan menganggap orang lain di bawahmu. Karena di atas langit masih ada langit. Hidup NKRI!” ungkapnya dengan semangat  dibarengi dengan tawanya yang khas.

Berbeda dengan Dony, sambil berkelakar, Bukhari angkat bicara tentang dunia persilatan, “ya kan gini, orang semakin tinggi ilmu harus semakin santun. Contohnya kalau ada yang menantang kita, kita tak usah meladeninya, tinggal pergi saja, soalnya kalau diladeni dia kalah, kan kasian,” ucapnya sambil tersenyum.

Perasaan riang gembira, canda tawa, terus menyelimuti kebersamaa kami saat itu, tak terasa bayang-bayang pohon yang menaungi kami terus memendek menuju titik tumpu pepohon itu. (waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *