UKM Seni Nanggala UTM Juarai Komposer Tingkat Nasional, Gelorakan Lagu Olle-Olang

(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BERPRESTASI: Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Nanggala Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berhasil meraih juara I dalam lomba komposer tradisional tingkat nasional yang diadakan Himpunan Program Studi Fakultas Hukum (HMPSIH) Universitas Katolik Parahyangan.

KABARMADURA.ID | Prestasi yang dicapai oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Nanggala Universitas Trunojoyo Madura (UTM) patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, UKM tersebut berhasil menggondol juara I dalam lomba musik komposer tradisional tingkat nasional.

HELMY YAHYA, BANGKALAN

Semula, informasi terkait adanya kompetisi tersebut diinformasikan oleh Humas UKM Seni Nanggala kepada Koordinator (Co) Musik dan dirembukkan kepada Ketua Umum. Setelah dirapatkan beberapa kali, akhirnya UKM Seni Nanggala memutuskan untuk mengikuti lomba musik tradisional tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Divisi Seni dan Olahraga Himpunan Program Studi Fakultas Hukum (HMPSIH) Universitas Katolik Parahyangan.

Dendy yang menjabat sebagai Ketua Co Musik mengambil peran penting dalam lomba. Sebagai komposer, ia memilih lagu Tanduk Majheng/Olle-Olang. “Sayang mengangkat lagu itu karena Pula Madura hasil lautnya sangat melimpah dan masyarakatnya mayoritas nelayan, khususnya di daerah pesisir,” ungkap Dendy.

Ia juga menambahkan, lagu Tanduk Majheng sudah terkenal hingga kancah nasional maupun internasional. Selain itu, ia beranggapan bahwa lagu tersebut merupakan identitas Pulau Madura.

“Saya mengira ini akan lebih mudah, jika dibandingkan harus membawa lagu lokal yang belum banyak diketahui,” ucapnya.

Selain itu, Dendy menuturkan, terkait personel yang akan dilibatkan dalam lomba tersebut, ia menawarkannya terlebih dulu kepada teman-temannya. “Pada akhirnya personel yang siap ikut lomba di antaranya ada Farhan, Rafi, Prasetyo, Siskabin, Erika, saya, dan Hamid,” terangnya.

Sementara itu, terkait proses persiapannya, ia mengaku membutuhkan waktu sekitar dua minggu, hingga pengambilan video. “Proses kami memang singkat, tapi kami serius, sehingga capaian-capaian setiap latihan harus ada,” ulasnya.

Di sisi lain, Ketua Umum UKM Seni Nanggala Mulyadi mengapresiasi prestasi yang dicapai Divisi Musik. Menurutnya, hal tersebut merupakan hadiah sekaligus jawaban dari tantangan baru teman-temannya di Karawitan. “Setelah sekian lama kita tidak menjuarai lomba musik tradisional, kali ini mereka mampu melibas habis tantangan ini,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Mulyadi mengungkapkan, UKM Seni Nanggala bertekad akan terus melestarikan kesenian dan kebudayaan Madura di kancah nasional dan internasional. Sebab hal itu merupakan visi dan misi organisasinya.

“Alhamdulillah pada even kali ini kita memang membawa tentang kemaduraan dengan judul Tanduk Majheng. Selain berkompetisi. kita juga bersuara untuk Madura, Universitas Trunojoyo Madura, dan UKM Seni Nanggala,” tutup Mulyadi.

 

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Tinggalkan Balasan