Ulum Minta Maaf ke AQ Melalui Pledoi dan Pernyataan Langsung

  • Whatsapp
KM/Dokumen

Kabarmadura.id-Miftahul Ulum, mantan Asisten pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi  menyampaikan permohonan maaf sekaligus menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berkomunikasi, baik langsung maupun tidak langsung, kepada para pihak yang sempat ditudingnya dalam persidangan sebelumnya.

Kedua pihak yang dituding Ulum pada persidangan sebelumnya, yakni Adi Toegarisman dan Achsanul Qosasi. Kedua nama itu disebut dalam persidangan kasus gratifikasi hibah KONI di Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemepora) pada pertengahan Mei lalu.

Bacaan Lainnya

“Saya sampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar bapak Adi Toegarisman dan keluarga besar bapak Achsanul Qosasi dan semuanya pihak-pihak atas kekhilafan,” ujar Ulum saat membacakan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (9/6/2020) malam.

Selain menyampaikan dalam pledoi, Ulum juga menyampaikan permoonaan maaf kepada Adi dan Achsanul atas tudingan yang sebelumnya disampaikan dalam persidangan. Ulum bahkan menyatakan kalau dirinya tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan Adi dan Achsanul.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya dan semoga Bapak Achsanul Qosasi, juga Bapak Adi Toegarisman sudi menerima permohonan maaf saya,” kata Ulum.

Sebelumnya, saat Ulum  menyebutkan nama Achsanul Qosasi mengatakan tidak mengenal Ulum dan tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan Ulum. Sebab itu, Achsanul berharap dapat bertemu dengan Ulum untuk mengonfirmasi kesaksian Ulum yang menyeret namanya tersebut.

“Saya akan senang jika saya bertemu saudara Ulum untuk mengonfirmasi ucapan dan tuduhannya. Semoga saudara Ulum bisa menyampaikan kebenaran yang sesungguhnya, jangan melempar tuduhan tanpa dasar dan fakta yang sebenarnya,” ujar pria dengan sapaaan akrabAQ itu beberapa waktu lalu.

Lebih jauh, AQ  menyampaikan  dukungan  terhadap proses hukum kasus KONI berjalan lancar.

“Semoga saudara Ulum bisa menyampaikan kebenaran yang sesungguhnya. Jangan melempar tuduhan tanpa dasar dan fakta yang sebenarnya. Dan Saya mendukung proses hukum kasus KONI ini berjalan lancar dan fair, tanpa ada fitnah pada pihak lain, termasuk saya sendiri,”  pungkas AQ.(bri/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *