KABARMADURA.ID | SUMENEP-Banyak produk khas dikembangkan sesuai potensi Pulau Giliyang. Produk yang dibuat usaha mikro kecil menengah (UMKM) setempat itu, didominasi untuk sektor swasta.
Maimunah, salah seorang pelaku UMKM di wilayah yang dikenal sebagai Pulau Oksigen terbaik kedua menuturkan, untuk menyambut para wisatawan yang datang ke pulaunya, dia menyiapkan jajanan khas.
“Bahan dasarnya sebenarnya mudah didapat, misalnya seperti tepung, gula dan ikan itu sudah mudah dijumpai di Giliyang ini,” kata dia.
Dia menilai, Pulau Giliyang memiliki banyak hal yang berpotensi untuk dikembangkan dan diberdayakan menjadi produk UMKM. Salah satunya adalah jajanan tradisional seperti nom aeng, srikoyo dan pattola.
Namun, masih ada banyak hal yang perlu dioptimalkan, baik dari segi pegemasan, label, promosi hingga pemasaran. Hal itu memang yang kurang, karena selama ini hanya sekedarnya dan sasarannya hanya masyarakat lokal ketika ada acara tertentu.
“Hanya plastik mika saja itu bungkusnya, belum ada branding dan yang lainnya, ya pemasaran ketika ada acara tertentu saja,” imbuhnya.
Dia berharap ada pendampingan dan perhatian terkait produk-produk tersebut, sehingga diharapkan nantinya bisa dipasarkan atau ada stan khusus di lokasi yang menjadi objek wisata, dengan tujuan para wisatawan bisa membeli produk tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Perdagangan (Diskop UKM dan PP) Sumenep Chainur Rasyid menyampaikan, pendampingan memang ada, tetapi menyasar paguyuban UMKM, jadi diharapkan seluruh UMKM dapat tergabung di dalamnya.
“Kami pasti mendampingi tetapi memang secara kolektif, sesuai dengan paguyubannya,” paparnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Wawan A. Husna