oleh

UMKM Terhimpit, Diskop Sumenep hanya Fokus Pembinaan

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Banyaknya pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang mengalami kerugian atas dampak pandemi, membuat Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop UM) Sumenep belum bisa berbuat banyak. Bahkan tidak bisa memberikan jaminan terkait sokongan modal bagi pelaku UKM tersebut.

Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sumenep Lisa Bertha Soetedjo menyatakan, tidak ada anggaran mengenai pengembangan usaha untuk UMKM. Sehingga, langkah dinasnya hanya sementara waktu hanya terfokus pada pembinaan rutin.

“Ada sebanyak 425 UKM di Sumenep yang diberikan pembinaan,” katanya, Minggu (14/3/2021).

Usaha yang dimaksud mulai dari usaha makanan, tekstil, aksesori, dan lainnya. Dirinya berjanji apabila nantinya anggaran cukup maka memberikan sokongan pendanaan.

“Kalau memang tidak ada anggaran masak kita akan membantu,” paparnya.

Diakuinya, untuk bantuan tunai maupun non tunai pada UMKM tidak melalui lembaganya. ”Jadi refocusing anggaran kami 50 persen ada sebagian yang dialihkan melalui dinas sosial. Stimulus berupa pinjaman, karena mereka terpapar Covid-19 dan tidak punya modal,” jelasnya.

Bantuan belum disalurkan kepada para pelaku usaha yang melaporkan pada instansinya. Menurut Bertha, lembaganya punya aturan tersendiri terkait pengadaan bantuan.

”Saya dilema juga mendata mereka. Selain tidak bisa memberikan apa-apa, juga karena undang-undang yang mengikat kami,” tandasnya

Dia melanjutkan, untuk masalah bantuan khusus tahun 2021 masih belum ada. Tetapi, selanjutnya akan diperjuangkan demi kemaslahatan para pelaku usaha.

“Saat ini yang masih kekurangan modal dan merugi sekitar 25 persen,” ucapnya.

Sementara itu, Suriyono pelaku usaha mikro mengatakan, di masa pandemi ini dia sangat membutuhkan bantuan utamanya di bidang permodalan. Meski tidak besar setidaknya bisa membangkitkan semangat usaha para pelaku UKM.”Saya sangat berharap, mendapatkan bantuan dari pemerintah,”pungkasnya. (imd/mam)

Komentar

News Feed