oleh

Umur Siswa Dibatasi, Legislatif Siapkan Kebijakan untuk Merespons Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019

Kabarmadura.id/Bangkalan-Adanya peraturan baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) membuat harapan lanjut sekolah menurun. Peraturan tersebut yakni tertuang dalam pasal 6 Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 yang mengatur pembatasan usia didik bagi siswa.

Dalam peraturan tersebut disebutkan, usia anak yang akan mendaftar pada jenjang pendidikan lanjut Sekolah Menengah Pertama (SMP) maksimal 15 tahun dan usia anak saat mendaftar di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) maksimal 21 tahun. Sehingga, anak yang usianya lebih dari batas yang telah ditentukan Kemendikbud tersebut tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Agar setiap anak tetap memiliki hak untuk bersekolah, Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan berencana akan membuat kebijakan yang bisa mengakomodir jika ada anak yang usianya lebih dari itu masih menginginkan sekolah. Bahkan, untuk memastikan agar tidak ada permasalahan di bawah karena aturan dari pusat itu, Komisi D meninjau langsung ke sekolah yang ada di Kota Bangkalan dan sekolah SMP yang ada di pelosok. Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan menyampaikan, hari ini, Senin (29/6/2020) pihaknya ingin melihat langsung pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMP.

“Dari hasil sidak kami hari ini, belum ada anak yang mendaftar umurnya melebihi aturan yang telah ditentukan pusat,” katanya.

Namun, jika nantinya ada anak yang umurnya di atas batas maksimal dari aturan Kemendikbud, Nur Hasan menuturkan, akan membuat kebijakan baru dengan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan dan melakukan arahan agar anak tetap bisa melanjutkan sekolah.

“Tentunya akan kami koordinasikan dengan Disdik, jangan sampai anak ini putus sekolah nantinya,” terangnya.

Dia juga memastikan, akibat aturan ini, pelaksanaan PPDB di Bangkalan tetap berjalan lancar dan tidak terjadi permasalahan apapun. Dia juga menyebut, hingga saat ini 90 persen siswa mendaftar secara online.

Katanya, pelaksanaan PPDB akan terus berlangsung hingga tanggal 2 juli nanti. Hingga saat ini, sudah banyak siswa melakukan pendaftaran ke berbagai sekolah untuk bisa masuk ke sekolah negeri atau pun sekolah yang diinginkan masing-masing.

“Dari 2 sampel sekolah tadi, tidak ada keluhan atau permasalahan. Baik untuk sarana, jaringan atau akibat peraturan dari Kemendikbud itu,” paparnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdik Bangkalan Jupri Kora menuturkan, untuk PPDB SMP negeri di Bangkalan sudah 100 persen menggunakan online. Selama pelaksanaan PPDB mulai hari ini pihaknya mengungkapkan, tidak ada kendala jaringan atau permasalahan yang berarti lainnya.

“Alhamdulillah lancar semua, 100 persen sudah menggunakan online. Paling hanya yang di pelosok. Tapi kami sudah koordinasikan jika offline sekolah harus mengkoordinir siswanya. Hal itu agar tetap bisa menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

“Jadi siswa tidak perlu datang ke sekolah meski harus offline,” imbuhnya.

Mengenai kebijakan tersebut, dia sudah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah. Jika nantinya ada siswa yang umurnya lebih dari 15 tahun, pihaknya akan menyampaikan tetap memperjuangkan anak tersebut agar bisa mengenyam pendidikan.

“Nanti kami akan arahkan ke SMP swasta atau sekolah yang bernaung di pondok, yang jelas anak harus tetap sekolah,” tukasnya. (ina/pai)

Komentar

News Feed