Unggah Video Pelecehan Ketum PBNU, Permintaan Maaf Pelaku Diterima Lapang Dada

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) MENYESAL: Pengunggah video berisi pelecehan kepada Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj meminta maaf di hadapan sesepuh PCNU Sampang.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Laporan pelecehan terhadap ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berakhir damai. Pengunggah video di media sosial akhirnya meminta maaf dan mengaku menyesali perbuatannya. 

Sebelumnya, Taufiqurrahman, 34, warga Kajuk, Kelurahan Rongtengah Sampang, mengunggah video berdurasi 16 menit 23 detik di salah satu grup Whatsapp. Video itu dinilai mengandung pelecehan terhadap Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj. 

Selain itu, pelaku juga menambahkan dan meneruskan tulisan yang mengandung ujaran kebencian itu. Sehingga, tindakan pelecehan itu dilaporkan ke Mapolres Sampang oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang. 

Akibatnya, pelaku atas nama Taufiqurrahman secara resmi dan terbuka meminta maaf. Dia mengakui perbuatannya dan merasa menyesal. Permintaan maaf dilakukan di hadapan KH. Moh Itqan Bushiri selaku ketua Tanfidziyah PCNU Sampang. 

Taufiqurrahman mengaku menyesali perbuatannya yang menyinggung warga NU dan PCNU Sampang. Dia mengaku sangat menyesal atas tindakannya yang berdampak hukum dan meragukan orang lain. 

“Saya menyesali perbuatan tersebut dan memohon maaf kepada para kiai dan pengurus PCNU Sampang. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi, ” ucapnya. 

Dia menyampaikan tidak sengaja memposting video tersebut. Sebab tidak sempat menonton video sampai selesai. Selain itu, pihaknya mengakui tidak ada niat sedikit pun menjelek-jelekkan ketua umum PBNU. 

Sebelum itu, Taufqurrahman sudah membuka grup WhatsApp yang sebelumnya mengunggap video. Dia memastikan bahwa video yang dia kirim sudah terhapus. Selanjutnya dia meminta maaf kepada sesepuh NU, yakni KH. Moh Itqan Bushiri. 

Dia menyampaikan permintaan maafnya di kediaman salah satu tokoh kharismatik NU di Sampang. Tepatnya di Pondok Pesantren Assirojiyah, Kajuk Sampang. Permintaan maafnya diterima lapang dada dan laporannya ke polisi segera dicabut. 

Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang, KH. Moh Itqan Bushiri menyampaikan, pihaknya tidak berencana menghukum yang bersangkutan. Namun hanya memberikan penyadaran bahwa perbuatannya dilarang oleh agama dan merugikan orang lain. 

“Kami sangat menerima permintaan maaf yang bersangkutan. Semoga perbuatannya tidak diulangi,” katanya. 

Pihaknya mengaku akan mencabut laporannya ke kepolisian. Namun berharap kejadian tersebut tidak dilakukan oleh pihak lainnya. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. 

Selain permintaan maaf secara lisan, Taufiqurrahman menyampaikan penyesalan dan minta maaf secara tertulis.Pernyataan itu juga ditandatangani oleh perwakilan PCNU Sampang. 

Reporter; Fathor Rahman

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *