UNIBA Madura Bagikan Rahasia atau Trik Membentuk Karakter Anak Sejak Dini

  • Bagikan
(FOTO: KM/IST) MEMUKAU: Dosen Fakultas Teknik, Universitas KH Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura, memaparkan tentang rahasia membentuk karakter anak sejak usia dini, di talk show radio Komunitas UNIBA Madura dan Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Keseriusan Universitas KH Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura, untuk mencetak keterampilan anak patut diacungi jempol. Melalui beberapa trik yang dimiliki para dosen di perguruan tinggi berbasis teknologi satu-satunya di Madura, membagi rahasia membentuk karekter anak.

Dosen Fakultas Teknik, Uniba Madura, Any Sani’atin mengatakan, anak merupakan amanah yang dititipkan. Sebab, tidak semua yang sudah menikah bisa dikaruniai buah hati. Sehingga, tanggung jawab orang tua itu sangat urgen dalam menentukan masa depan anak.

“Saya menyebutkan pentingnya parenting sebagai pilar utama dalam pendidikan anak, dan kenapa orang tua, atau calon orang tua, karena pendidikan awal anak, bahkan sebelum lahir pun ada di tangan orang tua,”ujarnya, di acara talk show yang disiarkan di radio Komunitas UNIBA Madura dan Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya, Rabu (16/12/2020).

Menurutnya, dalam menjaga, memelihara dan mendidik, tentu orang tua perlu mengetahui bagaimana cara mendidik anak yang baik dan benar. Sehingga, terbentuk anak yang mempunyai karakter Islami sesuai dengan tujuan pendidikan islam.

Dia juga memaparkan, orang tua juga harus memperhatikan prinsip-prinsip parenting dalam mengasuh anak-anak. Yakni, memelihara fitrah anak (almuhafazoh), mengembangkan potensi anak (at-tanmiyah), ada arahan yang jelas (at-taujih), bertahap (at-tadarruj), dengan menyesuaikan tipe-tipe parenting.

“Contohnya, tipe pola asuh otoriter, permisif, dan demokratis, serta memahami dampak tipe parenting yang ia terapkan terhadap anak. Ibarat kertas, anak adalah kertas kosong, apa yang akan ditulis dalam kertas itu agar menjadi berharga, tergantung orang tua, atau lingkungan keluarga tempat anak itu tumbuh,” paparnya.

Pada konteks pendidikan, selain menjadi sentral, orangtua juga menjadi aktor atau kreator dalam membentuk karakter anak. Sebab, pada hakikatnya keluarga merupakan pilar utama pendidikan anak. Anak menjadi tumpuan harapan di masa depan dan kembalinya atau yang memetik manisnya juga orang tua.

Baca juga  Terancam Tidak Selesai, Pengerjaan Proyek Miliaran di Sumenep Dikebut

“Ketika kita kelak meninggal, dan masih ada anak shalih yang menjadi penghapus atau meringankan beban kita nanti setelah hidup di dunia, jangan sampai kebalikannya,” pungkasnya. (ara/ito)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan