oleh

UNIBA Madura dan DPMD Sumenep Sinergis Bangun Sarana Serap Aspirasi Desa

Kabarmadura.id/SUMENEP-UNIBA Madura menyelenggarakan pelatihan kegiatan peningkatan kapasitas pengembangan unit pengaduan di desa. Kegiatan itu sekaligus sebagai tindaklanjut program Kemendes PDT dan kerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sumenep.

Rektor UNIBA Madura Rahmad Hidayat menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan agar kepala desa dan badan permusyawaratan desa (BPD) bisa memperbaiki sistem yang ada di desa dengan keterbukaan pada masyarakat, sehingga desa dapat menyediakan sarana penyampaian pengaduan dari masyarakat.

Dikatakan, karena UNIBA Madura sebagai lembaga kajian, harapannya, pasca pelatihan yang diselenggarakan UNIBA Madura itu, setiap desa mempunyai lembaga pengaduan, sehingga bisa menjadi sarana dalam menyerap aspirasi masyarakat di desa.

“Semua desa harus mempunyai lembaga itu, kami akan membuat MoU dengan para kepala desa setelah pelatihan ini,” jelasnya.

Diterangkan, berdasarkan amanat yang tertuang dalam kerjasama antara UNIBA Madura dengan Kementerian PDTT tentang didirikannya Pusat Kajian Desa UNIBA Madura, maka UNIBA Madura menjalin kerjasama dengan DPMD Sumenep.

Salah satunya, kerjasama terjalin sebagai upaya selalu aktif dan tanggap dalam menyikapi problem dan kebutuhan masyarakat dan desa, termasuk dengan menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas dalam rangka pengembangan unit pengaduan di desa.

Diungkapkan, sebelum diselenggarakannya kegiatan peningkatan kapasitas dalam rangka pengembangan unit pengaduan di desa UNIBA Madura telah melaksanakan kegiatan yang juga menjalin kerja sama dengan DPMD Sumenep dalam pengembangan Goa Soekarno yang letaknya ada di Kecamatan Pasongsongan Sumenep pada tahun 2019 lalu.

“Kali ini UNIBA Madura dibari kepercayaan kembali untuk menjalin kerjasama dengan DPMD untuk melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas dalam rangka pengembangan unit pengaduan di tingkat desa yang ada di Sumenep,” paparnya.

Diselenggarakannya kegiatan itu, bertujuan agar kepala desa dan seluruh aparatur desa memiliki kemampuan apabila mendapat pengaduan dari masyarakat, sehingga dari pengaduan itu pemerintan desa yang ada di Sumenep bisa menemukan solusi baik dalam menyelesaikan masalah yang diadukan oleh masyarakat.

“Maka perlu untuk meningkatkan lembaga-lembaga pengaduan di desa” katanya.

Kegiatan itu akan dilaksanakan mulai 21 September hingga 17 Oktober 2020. Dalam kegiatan itu, semua peserta terdiri dari kepala desa dan perangkat desa dengan jumlah 1.320 peserta. Semuanya dibagi menjadi 13 angkatan, masing-masing angkatan mencapai 100 peserta.

“Setiap angkatan mendapatkan materi selama tiga hari, dan menginap di Hotel D’Baghraf agar peserta lebih fokus dalam mengikuti pelatihan,” imbuhnya.

Sedangkan untuk pematerinya, diantaranya adalah bupati Sumenep, dari Kejaksaan Negeri Sumenep, Kapolres Sumenep, Komisi I DPRD Sumenep, SekretarisKabupaten SumenepEdy Rasiyadi, BPK Provinsi Jatim, Kasatreskrim Sumenep, Kanit Pidikor, Jaksa Fungsional, Staff intel, Inspektorat, Dinas Kominfo, Komisi Informasi Sumenep, Kabag Hukum Sumenep, DPMD Sumenep, dan UNIBA Madura.

“Dengan diselenggarakannya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi desa dalam menentukan arah kebijakan dan aktualisasi unit pengaduan di desa masing-masing, sehingga unit pengaduan desa menjadi jembatan penyelesaian masalah yang dialami oleh masyarakat,” pungkasnya.(01km/waw)

Komentar

News Feed