oleh

UNIBA Madura Genjot Pengembangan Ekonomi Desa

Kabarmadura.id/Sumenep-Universitas KH Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura terus menggenjot pemberdayaan manusia melalui pengembangan ekonomi lokal. Salah satunya melalui pelatihan pengelolaan lingkungan yang merupakan program inkubasi Desa di Boekit Tinggi Daramista, Lenteng, Kabupaten Sumenep.

Ketua Panitia Kegiatan Inkubasi, Nadiyah Masithah Sani mengatakan, ada tiga materi dalam pelatihan tersebut. Materi pertama adalah cara memproduksi sapu lidi yang siap dipasarkan disertai praktik.

Materi berikutnya adalah mengelola wahana wisata tanpa bantuan pemerintah, dengan mendayagunakan masyarakat desa sekitar tanpa merusak lingkungan. Kemudian sesi terakhir adalah menelusuri Boekit Tinggi Daramista.

“Tujuan dari kegiatan tersebut adalah memahami struktur dan substansi perundangan lingkungan secara lebih mendalam,” katanya, Kamis (9/1/2020).

Selain itu, kegiatan tersebut juga dalam rangka memahami peraturan lingkungan yang terkait dengan kegiatan usaha, mengetahui cara pemenuhannya dan pemerintah dapat mengevaluasi pemenuhan regulasi dan mampu menganalisa kebutuhan peraturan perundangan lingkungan dan penegakannya sesuai dengan kondisi daerah.

“Kami dari Uniba Madura terus menggonjot acara pengembangan ekonomi lokal itu,” ujarnya.

Para peserta kegiatan tersebut, berasal dari tim pengelola kegiatan kemitraan Goa Soekarno, Badan Usaha Milik Desa Benteng Panaongan, Offtaker CV Jelajah Sumenep, Kesatuan Unit Usaha Ekonomi Daerah Panaongan, warga sekitar Panaongan dan Pasongsongan.

“Materi yang disampaikan meliputi daur ulang sampah, tatakelola lingkungan, dan gotong royong,” ujarnya.

Selain itu, panitia kegiatannya, sebagian dari mahasiswa Uniba Madura, antara lain Ali Imran Fahrudin yang merupakan mahasiswa jurusan manajemen angkatan 2018 STIEBA Madura, Adji Nur Wahyudin dari jurusan manajemen angkatan 2018 STIEBA Madura dan Moh. Lutfi yang merupakan mahasiswa jurusan teknik angkatan 2019 UNIBA Madura.

Ketua Jurusan dan Dosen Akuntansi UNIBA Madura itu juga menjelaskan, kegiatan tersebut mendatangkan pemateri RB. Muhammad Iskandar Zulkarnain salah satu pengusaha muda yang sukses dalam memproduksi sapu lidi selama 2 tahun lebih dan merupakan mahasiswa manajemen angkatan 2018 STIEBA Madura.

Kemudian dua mahasiswa yang akrab disapa dengan sebutan Anang dan Yudit dan merupakan manajer pengelola Wisata Boekit Tinggi Daramista.

“Melalui acara tersebut, kami berharap semakin berkembangnya suatu wisata daerah yang dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan lingkungan desa,” pungkasnya. (imd/waw)

 

 

 

Komentar

News Feed