oleh

Upaya Kades Bettet Jaga Desanya Dari Wabah Covid-19

Kabarmadura.id/Pamekasan –Wabah Covid-19 yang saat ini sedang melanda beberapa daerah, menjadi perhatian serius dari Kepala Desa Bettet Kecamatan Pamekasan, H. Kusmawardi. Di desa yang juga beriri pesantren terbesar di Jawa Timur tersebut, Kusmawardi bersama warganya berinisiatif untuk menjaga lingkungan desa dan warganya agar tidak terpapar Covid-19.

Salah satu cara pencegahan, menyemprotkan cairan disinfektan di seluruh tempat fasilitas umum dan tempat ibadah di desanya.

Sebelumnya, pria yang akrab disapa Mawardi tersebut membentuk sebuah tim Satgas penanggulangan Covid-19 sebagai upaya melakukan pecegahan penyebarluasan Covid-19.

Bersama tim, dia melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke setiap tempat fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas dan balai desa, tidak hanya itu tempat-tempat ibadah juga tak luput dari pengawasannya, seperti masjid, musala dan madrasah juga ia lakukan penyemprotan.

Bahkan, ia menyadari bahwa di desanya terdapat pondok pesantren besar yang di dalamnya ada ribuan santri dari berbagai daerah. Pesantren tersebut adalah Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet. Sehingga, pesantren juga tidak luput dari perhatiannya.

Menurutnya. penting untuk dilakukan sterilisasi berupa penyemprotan disinfektan. Sebab di pesantren terdapat ribuan santri yang setiap harinya sulit untuk menerapkan physical distancing, semua itu ia lakukan demi terjaminnya kesehatan warganya dan demi kondusivitas kegiatan keagamaan.

“Saya ingin memastikan bahwa warga Desa Bettet aman dari wabah virus ini, terlebih di desa kami terdapat pesantren besar dengan ribuan santri, saya juga ingin memastikan bahwa kegiatan keagamaan di pesantren juga berjalan kondusif dan tidak terganggu oleh wabah ini,” ucapnya, Minggu (12/4/2020).

Mawardi menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya akan berhenti sampai di situ, sebab ke depan, dirinya bersama tim Satgas Penanggulangan Covid-19 akan melakukan tindak lanjut dengan melakukan penyemprotkan disinfektan ke setiap sudut rumah warga, demi memastikan bahwa masyarakat Desa Bettet aman dari wabah virus asal Wuhan China tersebut.

Bahkan menurut pengakuannya, akan terus menyiagakan timnya hingga Pamekasan dinyatakan keluar dari zona merah.

“Kegiatan penanggulangan Covid-19 ini masih akan kami lakukan hingga masyarakat Desa Bettet benar-benar aman dari wabah ini, bahkan hingga Pamekasan dinyatakan keluar dari zona merah kami akan terus siaga bersama tim Satgas,” pungkas alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet tersebut. (km53/bri/waw)

Komentar

News Feed