Upaya Perbaikan Ruang Kelas SDN 2 Samaran Buram

  • Whatsapp
(KM/SUBHAN) TAK JELAS: Disdik Sampang belum bisa memastikan terkait upaya perbaikan ruang kelas SDN 2 Samaran, Kecamatan Tambelangan, Sampang, yang roboh beberapa waktu lalu.

Kabarmadura.id/Sampang-Upaya perbaikan ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Samaran, Kecamatan Tambelangan, yang roboh belum ada kejelasan. Pasalnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, berdalih tidak memiliki anggaran untuk melakukan perbaikan ruang kelas itu. Padahal, saat ini Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tersebut sangat terganggu.

Pantauan Kabar Madura, proses belajar mengajar di sekolah tersebut, tidak kondusif. Pihak sekolah terpaksa harus memanfaatkan ruang kelas yang ada dengan cara memberikan sekat, agar satu ruang kelas bisa dijadikan dua kelas.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik Sampang Achmad Mawardi mengatakan, sejatinya pihak sekolah sudah melaporkan pada akhir 2018 lalu, jika kondisi sejumlah bangunan yang baru direhab itu sudah menghawatirkan. Bahkan pihaknya sudah memerintahkan agar ruangan itu tidak tempati.

Bahkan, pada tahun 2019 kemarin, Mawardi mengaku sudah mengajukan perbaikan, namun tidak ada kejelasan. Saat ini pihaknya hanya menunggu bantuan dari pusat. Pihaknya berharap, ruang kelas yang ambruk itu mendapat bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK), sehingga perbaikan bisa dilaksanakan tahun ini.

“Kami harap perbaikan SDN 2 Samaran ini bisa tercover melalui DAK, dan atau bisa melalui PAK, tetapi sejauh ini belum ada kepastian,” ucap Mawardi kepada Kabar Madura, Senin (20/1/2020).

Dirinya mengungkapkan, ada dua ruang kelas di SDN 2 Samaran yang tidak bisa digunakan, yakni kelas VI dannV karena roboh. Sedangkan kelas IV kondisinya juga mengkhawatirkan, sehingga tidak digunakan, karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Ada tiga kelas yang tidak digunakan, makanya kami perintahkan untuk memanfaatkan ruangan yang ada dengan cara menyekatnya, sehingga KBM tetap bisa berjalan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Sampang Musaddaq Chalili mengungkapkan, berdasarkan keterangan dan informasi dari Kepala Sekolah SDN 2 Samaran, bangunan yang roboh itu, baru selesai direhab total pada tahun 2017 lalu. Akan tetapi, pada bulan Desember 2018 lalu, kondisi atap bangunan sudah bergelombang.

“Kami minta, semua pihak yang berperan dalam pembangunan atau rehab ruang kelas SDN 2 Samaran ini harus bertanggungjawab, utamanya pihak pelaksana,” pintanya.

Selain itu, Musaddaq juga mendesak, agar Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menyelesaikan insiden ambruknya atap bangunan ruang kelas SDN 2 Samaran itu. Bahkan dirinya juga meminta agar segera dilakukan upaya perbaikan demi kelancaran KBM di sekolah tersebut.

“Prinsipnya, kami terus mendorong proses hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian,” Tegasnya.

Untuk diketahui, saat ini Kepolisian Resor (Polres) Sampang terus menyelidiki kasus ambruknya atap bangunan SDN 2 Samaran itu. Bahkan di lokasi kejadian sudah dipasang garis polisi (Police line) oleh petugas keamanan pada Jum’at (17/1/2020) kemarin, agar proses hokum yang dilakukan berjalan sesuai prosedur. (sub/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *