Urukan Tanah untuk Pembangunan JLS di Sampang Tembus Rp50 Miliar 

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST FOR KM) SEGERA DIBANGUN: Program pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) di Kabupaten Sampang akan dimulai tahun ini.

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Mega proyek pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) di Kabupaten Sampang, hingga saat ini masih berkutat pada tahapan konsultan manajemen konstruksi. Bahkan tahun ini, pemkab hanya akan melaksanakan pengerjaan urukan dengan pagu anggaran sebesar Rp50 miliar.

Sedangkan untuk pembangunan JLS, akan melintasi tiga desa dan satu kelurahan. Meliputi Desa Aeng Sareh, Kampung Kesenih Kelurahan Karang Dalam Kota Sampang, Desa Patarongan, Kampung Kasuran Desa Pangongsean Kecamatan Torjun. Hal ini diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Moh. Zis, Kamis (14/10/2021).

Menurutnya tahapan manajemen konstruksi yang dimaksud, berupa penyelarasan konsultan perencana dengan kondisi di lapangan. Untuk total panjang JLS mencapai 7,4 kilometer. Sedangkan, 1 kilometer merupakan akses jalan makbul. Sehingga, pekerjaan yang akan direalisasikan masih tersisa 6,4 kilometer.

“Untuk pembangunan jalannya akan menggunakan hotmix, maka terlebih dahulu harus menyelesaikan pengerjaan urukan jalan. Setelah itu berlanjut pada tahun berikutnya, karena proyek ini dilaksanakan secara multiyears,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan untuk proses urukan, sebagian ada yang sudah terlaksana. Yakni, disisi Desa Aeng Sareh sepanjang 250 meter pada tahun 2019 lalu. Sehingga tahun ini merupakan realisasi urugan lanjutan dengan pagu anggaran mencapai puluhan miliar. Meski demikian, pihaknya tidak bisa memastikan target penyelesaian urugan tersebut.

Sebab sisa waktu tutup tahun anggaran hanya dua bulan.  Yakni, bulan November dan Desember. Sehingga akan membayar sesuai kondisi pengerjaan di lapangan. “Rp50 miliar ini tidak harus habis tahun ini, karena waktunya mepet. Sekarang saja belum dimulai, masih proses konsultan manajemen, baru setelah itu bisa digelar lelang untuk pengerjaan fisiknya,” jelasnya.

Ditegaskan, untuk pembangunan JLS nantinya akan dilengkapi dengan jembatan layang sekitar 500 meter. Sehingga pada tahun anggaran 2022, proyek JLS kembali dianggarkan sekitar Rp150 miliar. Dengan demikian, total anggaran akan mencapai Rp200 miliar lebih yang bersumber dari dana pinjaman kepada pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang diberikan secara multiyears contract (MYC).

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *