Urusan KTP di Sumenep Tidak Normal Hingga Tahun 2020

  • Whatsapp
IDENTITAS DIRI: Masyarakat diminta agar bersabar dalam menunggu antrian KTP.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Hingga tahun 2020 mendatang, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep masih pesimis bisa melayani masyarakat secara normal.

Sebab, khusus pelayanan pengurusan kartu tanda penduduk (KTP), belum terlepas dari kendala pengadaan anggaran blanko.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Penduduk Wahasah menuturkan, bahwa secara anggaran, masih mencukupi sekitar 500 jiwa.

Saat ini, masih ada 14 ribu masyarakat reguler atau peserta baru yang belum pernah mencetak KTP, tetapi sudah print ready record (PRR).

Hal itu, kata Wahasah, bukan jumlah yang sedikit. Sayangnya, jatah blanko dari pemerintah pusat di setiap kabupaten sangat sedikit.

“Artinya mereka itu tinggal menunggu antrian untuk dicetakkan KTP. Dan kami membatasi, sehingga nanti itu disesuaikan dengan pengajuan, kalau langsung dicetak semua satu hari habis,” katanya, Ahad (18/8).

Sehingga untuk pelayanan secara normal, butuh waktu yang sangat panjang. Sebab, kian hari, pendaftarnya terus bertambah. Bahkan, sampai pertengahan tahun depan, pihaknya tidak begitu yakin bisa tertangani.

Sementara itu, bagi masyarakat yang pernah mencetak KTP tetapi terjadi masalah, maka tidak ada toleransi terhadap pengadaannya, sehingga pihaknya hanya memberikan solusi dengan memberikan surat keterangan (suket). Pengganti KTP itupun berlaku selama kurang lebih 6 bulan.

“Wah masih banyak KTP masyarakat itu yang bermasalah, ada yang karena hilang, sehingga setiap hari tak kurang 40 kepala yang datang ke kantor ini untuk ngurus suket, kalau satu bulan berapa,” imbuhnya.

Sementara itu, Mariah, salah seorang warga yang mempunyai masalah dengan KTP-nya, mengaku kesulitan dalam memperlihatkan identitasnya ketika dibutuhkan, dan ketika dirinya mengurus ke Disdukcapil, hanya mendapatkan suket.

“Saya tidak tahu kalau kantornya sudah pindah, dan ketika sampai di sini tidak dapat KTP,  kebetulan punya saya hilang, ya tidak dikasih kalau hilang katanya, hanya surat keterangan ini,” katanya. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *