oleh

Usai Bentrok dengan Aparat,PMII Pamekasan Sepakati Empat Hal

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Usai terjadi bentrok antara aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan dengan aparat kepolisian saat aksi demonstrasi pada Kamis (25/6/2020) lalu, Ketua Umum PC PMII Pamekasan Moh. Lutfi memastikan tidak akan menghentikan langkahnya dalam menyoal banyaknya tambang galian C ilegal.

Moh. Lutfi mengaku, energinya tidak akan hanya difokuskan pada aksi yang berujung penganiayaan tersebut.Pihaknya akan tetap menekan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan bersama aparat penegak hukummengambil sikap tegas terhadap pertambangan ilegal tersebut.

“Kami akan tetap mengawal kasus tambang ini sampai tuntas, persoalan kasus penganiyaan itu kami juga akan tetap kawal kedua-duanya, dan kami berharap pelakunya mendapatkan sanksi sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Aspirasi itu juga telah disampaikan kepada Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan juga Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari di Pendopo Agung Ronggosukowati. Lalu mendapat jawaban dari kedua pihak, bahwa sepakat untuk menindak tegas pelaku pelanggaran hukum, baik terhadap tambang ilegal, maupun pelaku penganiayaan terhadap aktivis.

“Kami telah sampaikan secara langsung aspirasi kami kepada bapak bupati dan juga kapolres, dan kami komitmen akan terus kawal dua kasus ini sampai tuntas,” imbuhnya.

Terdapa empat hal yang disepakati dalam pertemuan itu, yaknimenekan penegak hukum menjatuhkan sanksi tegas terhadap pelaku penganiayaan yang dilakukan anggota polisi kepada aktivis, dan memberikan jaminan kesehatan kepada korban, pemkab diminta tegas dalam menyikapi tambang ilegal di Kabupaten Pamekasan.

Setelah itu,d ia bersama Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur meminta kepada seluruh kader PMII di Jawa Timur agar tetap tenang dan menahan diri untuk melakukan aksi turun jalan hingga pemeriksaan terhadap pelaku penganiayaan selesai dilakukan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.

Sementara Polda Jatim saat ini tengah memeriksa tiga orang anggota polisi yang diduga melakukan tindakan represif kepada aktivis PMII di Pamekasan.

Mengingat, kata Lutfi, sebelumnya beredar kabar seluruh kader PMII di Jawa timur akan melakukan aksi turun jalan besar-besaran menuntut agar Polri memberikan sanksi tegas terhadap pelaku penganiayaan, bahkan muncul ajakan turun jalan serentak kader PMII secara nasional di tanggal 1 Juli mendatang.

“Kami harap semua kader PMII di seluruh Indonesia bisa menahan diri terlebih dahulu hingga proses pemeriksaan oleh Polda selesai,” tutupnya.

Di lain pihak, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengaku akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan oleh aktivis PMII.Namun dia menyampaikan, tambang ilegal di Kabupaten Pamekasan harus ditindaklanjuti dengan cara yang benar, yaitu dengan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait.

“Tentu harus kami lakukan kajian terlebih dahulu, tidak bisa langsung menutup begitu saja, karena kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya. (ali/waw)

 

Komentar

News Feed