oleh

Usai Didemo Artis Lokal, Pemkab Sumenep Tetap Tidak Izinkan Pagelaran Hiburan

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Setelah koordinasi dengan seluruh jajaran forum pimpinan daerah (forkompinda), respon Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terhadap seniman dan pekerja hiburan tidak berubah, tetap tidak memberi izin menggelar kegiatan hiburan yang rentan menimbulkan kerumunan.

Para seniman dan pekerja hiburan itu, sebelumnya menggelar aksi mengatasnamakan Gerakan Pekerja dan Pecinta Seni Sumenep (Gerpas). Mereka menuntut Pemkab Sumenep memberi izin kegiatan hiburan kembali. Sebab, sudah sejak April 2020 sudah menganggur dan tidak memiliki penghasilan lagi.

Bupati Sumenep A Busyro Karim menyampaikan langsung kepastian tersebut. Penyataan itu disampaikan setelah melakukan rembuk bersama atau rapat evaluasi mingguan, maka tetap tidak ada kebijakan untuk memberikan izin terhadap dunia hiburan, terlebih kegiatan ketoprak dan orkes.

“Memang seperti biasa, kami kan baru dua hari zona kuning, makanya tidak berani memberikan kelonggaran, terhadap masyarakat untuk membuat hajatan yang cenderung mengandung kerumunan, seperti orkes misalnya,” katanya, Kamis (12/11/2020).

Sehingga larangan itu memang menjadi kesepakatan bersama, sementara yang direkomendasi, hiburan yang tanpa diiringi alat musik, tanpa panggung dan ketat mematuhi protokol kesehatan. Selain bentuk tersebut, tetap tidak ada toleransi.

Izin itu masih belum berlaku dalam waktu dekat ini, Bupati Busyro masih ingin menunggu situasi lebih normal. Terlebih, Sumenep masih dalam zona kuning, yang artinya belum aman dari potensi penyebaran wabah Covid-19.

“Satu minggu dari sekarang, tepatnya Jumat datang, karena kami masih mau memantau perkembangan, itu sudah berdasarkan keputusan bersama,” imbuhnya.

Politisi senior PKB itu berharap masyarakat tetap bisa memahami, sehingga kepercayaan masyarakat luar terhadap tingkat kedisiplinan masyarakat Sumenep bisa didapatkan.

Sementara itu, pengamat seni asal Sumenep Bambang Hudawi mengaku kecewa dengan keputusan tersebut dan dinilai\ tidak adil. Karena tidak memikirkan kesulitan yang dialami para pekerja seni yang penghasilannya bergantung dari manggung.

Pria yang juga ikut aksi sebelumnya itu, berencana melakukan koordinasi lebih intensif, guna merapatkan barisan untuk menggelar aksi lebih besar.

“Siap turun lagi, sebab kami kecewa dengan kebijakan tersebut, padahal kami sudah siap memenuhi syarat yang ditentukan,” paparnya.

Sebelumnya, sekitar 1.500 massa melakukan aksi demonstrasi ke kantor Sekretariat Kabupaeten (Sekkab) Sumenep, Rabu (11/11/2020). Mereka menuntut Pemkab Sumenep memberikan izin untuk beraktivitas normal. (ara/waw)

Komentar

News Feed