oleh

Usai Ikrar Tinggalkan Syi’ah, Pengikut Tajul Muluk Belum Bisa Pulang ke Sampang

Kabarmadura.id/SAMPANG-Pelaksanaan baiat penganut aliran Syiah ke ajaran Sunni di aula pendopo Bupati Sampang, Kamis (5/11/2020), dijaga ketat aparat keamanan dari Polres Sampang.

Sekitar 500 personel disiagakan untuk menjaga di sekitar tempat pelaksanaan.

Jumlah tersebut terdiri dari gabungan TNI-Polri, Satpol PP dan beberapa instansi terkait. Bahkan, juga dibantu personel Brimob Polda Jawa Timur.

“Semua personel itu dikerahkan di beberapa titik untuk menjaga tamu yang akan dilakukan pembaitan di Pendopo Bupati Sampang,” ucap Kapolres Sampang AKBP. Abdil Hafidz

Pantauan Kabar Madura, ratusan peserta baiat untuk kembali ke ahlus sunnah waljamaah (sunni) tersebut tidak hanya dijaga ketat aparat keamanan, kondisi kesehatannya juga diperiksa.

Penganut Syiah asal Sampang menjalani baiat menuju Sunni di Aula Pendopo Sampang, Kamis (5/11/2020).

Tiba di Sampang pukul 07.30 pagi, 287 orang itu masuk ke pendopo secara bergantian.

Pelaksanaan ikrar berlangsung pukul 08.30, dengan cara memanggil semua peserta baiat ke aula pendopo.

Pembacaan baiat dilaksanakan dengan cara membagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok, berisi dua sampai empat peserta baiat.

Mereka membaca sumpah dengan teks bermaterai. Di masing-masing kelompok tersebut ada pendamping yang menuntun peserta baiat untuk membaca sumpah.

Penganut Syiah asal Sampang menjalani baiat menuju Sunni di Aula Pendopo Sampang, Kamis (5/11/2020).

Salah satu penganut Syiah asal Desa Karang Gayam, Siyah, menuturkan bahwa dirinya sudah lama menginginkan untuk kembai ke ajaran Sunni, dan baru kali ini keinginan tersebut terkabulkan.

Kini dirinya merasa tenang usai membaca ikrar tersebut, sebab dirinya merasa masih ada harapan untuk bersilatirahmi dengan kerabat yang ada di Sampang.

“Tenang saat disumpah, dan dari dulu saya mengaharapkan ini, dan untuk kembai ke kampung halaman ya kami sangat mengharapakan,” tuturnya.

Kendati demikian, untuk kembali ke kampung halamannya, dirinya belum mengetahui kepastiannya, sebab tidak diumumkan pasca pembacaan ikrar ini.

Namun meski akan dipulangkan ke kampung halamannya, dia masih bingung, sebab rumah yang dimiliki sudah tidak ada.

“Rumah saya sudah gak ada, kebakar saat kejadian itu, tapi untuk kerabat ada,” pungkasnya. (mal/waw)

Komentar

News Feed