Usai Legislator Sumenep Sidak Proyek RS Abuya, Langsung Panggil OPD dan Kontraktor

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) DITEKAN: Anggota Komisi I DPRD Sumenep mendapat temuan ASN RSUD Abuya bolos setahun, bahkan diperkirakan 90 persen sering bolos kerja.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Usai menginspeksi di Kepulauan Sumenep, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep telah mengagendakan pemanggilan kepada pihak Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan CK) Sumenep.

Sebab, pengerjaan proyek Rumah Sakit Abuya di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangayan dicurigai tidak sesuai spesifikasi, yakni pasir pondasinya masih terlihat tidak beres.

“Setelah berkumpul antara OPD, kontraktor pasti ada titik temu apakah sesuai apa tidak, dan jika tidak sesuai akan diberikan solusi atau rekomendasi khusus,” kata Ketua Komisi III DPRD Sumenep Dulsiam, Kamis (23/9/2021), sekaligus menegaskan pemanggilan itu diagendakan pada Senin (27/9/2021).

Dikatakan Dulsiam, proyek yang menelan miliaran rupiah itu  masih tahap pemasangan pondasi. Padahal, dirinya mewanti-wanti agar segera dilaksanakan pengerjaan lebih awal.

“Kami akan seriusi permasalahan ini. Sebab, berkaitan dengan kualitas bangunan yang berdampak pada masyarakat serta keberadaan anggaran yang ada,” imbuh Dulsiam.

Sedangkan inspeksi tersebut dilaksanakan, karena menindaklanjuti hasil audiensi antara Komisi III DPRD Sumenep dengan Masyarakat Pengamat Percepatan Pembangunan Sumenep (MP3S) pada Senin (30/8/2021) lalu. Sedangkan pelaksanaan sidak dilaksanakan pada (15/9/2021) lalu.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berharap, pembangunan gedung apa pun, termasuk fasilitas kesehatan di Sumenep harus benar-benar memperhatikan kualitas.

“Jika pemanggilan kami tidak diindahkan. Maka, pengerjaan harus dihentikan dulu,” lanjut Dulsiam.

Hal senada disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi, berdasarkan hasil inspeksi, perlu adanya rapat evaluasi terhadap konsultan pengawas, konsultan pelaksana, dan OPD.

Sementara itu, Kepala DPRKP dan CK Sumenep Moh. Jakfar saat dikonfirmasi belum ada respon, dihubungi via telepon belum diangkat. Namun sebelumnya dia mengatakan, akan bangun fasilitas pelayanan kesehatan.

“Tahun ini (2021) disediakan Rp8 miliar. Anggaran itu bersumber dari APBD,” ujar dia.

Anggaran tersebut untuk pembangunan ruang penginapan pasien dan perkantoran untuk administrasi, termasuk pagar, jalan keliling, rumah dokter, dan perawat, serta beberapa faskes lainnya.

Kucuran Rp8 miliar itu juga untuk penambahan daya listrik. Daya listrik yang tersedia sekitar 53 ribu watt. Secara keseluruhan, jika rumah sakit berjalan secara normal, membutuhkan daya listrik 500 ribu watt. Dengan demikian, tahun ini direncanakan tersedia daya listrik 200 ribu watt.

“Kami akan sempurnakan pembangunan di RS Abuya untuk menjadi rumah sakit rujukan,” tegasnya.

Diketahui, fasilitas yang tersedia di rumah sakit tersebut yakni gedung radiologi dan rekam medik, laboratorium dan farmasi, bedah central dan CSSD, kebidanan dan ICU dan instalasi rawat inap 2. Semua itu dibangun 2020 dengan menghabiskan dana Rp24.286.198.800.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *