oleh

Usai Longsor Timbun Pesantren, Khofifah Ingatkan Warga Sekitar Tetap Waspada

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi bencana tanah longsor di Dusun Jepun Desa  Bindang Kecamatan Pasean, Pamekasan Kamis (26/2/2021).

Longsor yang terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 01.30 tersebut, menimbun sebagian ruang Pondok Pesantren (Ponpes) Annidhoniyah. Lima santri asuhan KH. Muhaidi dinyatakan meninggal dunia dan satu lagi selamat, namun mengalami patah tulang.

Kedatangan orang nomor satu di Jawa Timur tersebut didampingi oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam beserta seluruh Forkopimda Pamekasan.

Dalam kunjungannya, Khofifah mengatakan, dalam rangka takziah dan meninjau secara langsung lokasi longsor yang menimbulkan korban jiwa itu.

“Kami mengucapkan duka cita yang sangat dalam atas meninggalnya lima orang santri dari Ponpes Annidhoniyah ini. Mudah-mudahan seluruh santri yang telah dipanggil keharibaan Allah, diampuni dosanya dan diterima amal baiknya,” terang Khofifah, Kamis (26/2/2021).

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di sekitar pondok pesantren untuk selalu waspada,  karena intensitas hujan di awal tahun 2021 ini diprediksi masih tinggi.

Setelah memantau lokasi, Khofifah menyaksikan lokasi bencana tanah longsor tersebut memang cukup curam. Kondisi tebing di belakang pesantren tersebut mengharuskan untuk meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan.

Selain meninjau, Khofifah juga memberikan bantuan kepada seluruh korban berupa sembako 100 paket, matras 50 lembar, paket sandang 50 paket, selimut 50 pcs serta uang santunan untuk lima korban meninggal masing-masing sebesar Rp10 juta  dan Rp5 juta untuk korban luka.

“Semoga bantuan yang kami berikan sedikit mengurangi beban pada seluruh keluarga korban yang telah meninggal,” pungkas Khofifah.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengucapkan terima kasih kepada gubernur wanita pertama di Jatim itu, karena telah berkenan menyaksikan secara langsung musibah tanah longsor di Pamekasan.

Dia berharap, dengan datang secara langsung, pengasuh Ponpes Annidhoniyah bisa mendapatkan spirit agar kembali melayani seluruh santri seperti semula.

“Kami sudah melakukan kordinasi untuk menjalankan beberapa pembangunan yang di ponpes ini. Tentu ini semua sesuai bimbingan dari gubernur Jatim,” tegas mantan anggota DPRD Jatim ini.

Sebelum meninggalkan lokasi, gubernur beserta seluruh rombongan terlebih dahulu memanjatkan doa kepada seluruh santri yang menjadi korban dalam bencana tanah longsor tersebut. (km60/waw)

 

Komentar

News Feed