Usai Reses, Legislator Sumenep Harapkan Seluruh Aspirasi Masuk Masuk Program 2021

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) IKHTIAR: Usai reses, legislator Sumenep harapkan seluruh aspirasi masuk masuk program APBD 2021.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep sudah melaksanakan reses. Selanjutnya, hasil aspirasi dari konstituennya itu, rencananya akan direkomendasikan masuk program perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep 2021 dan APBD 2022.

“Selama ini yang ada pada laporan masyarakat banyak infrastruktur yang harus diperbaiki,” kata Ketua Fraksi Nasdem Hanura Sejahtera Akis Jazuli, Kamis (10/6/2021).

Bacaan Lainnya

Sedangkan Wakil Ketua Fraksi Nasdem Hanura Sejahtera M. Ramzi mengatakan, beberapa aspirasi berupa kebutuhan pembangunan infrastruktur itu, seperti pembangunan Jalan Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan dan jalan di Pakamban Daya, Kecamatan Pragaan serta banyak lainnya.

“Hampir semua jalan di dapil-dapil masing-masing yang memprihatinkan,” ujar Ramzi.

Meskipun direkomendasikan masuk program APBD perubahan atau APBD murni, namun tergantung persetujuan bupati Sumenep. Harapnnya, pengajuan dari masyarakat dapat tertangani.

Persoalan infrastruktur juga didapat dari hasil reses Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Irwan Hayat. Namun ada hal urgen lain yang jadi pengajuan harapan dari masyarakat, yakni persoalan kelangkaan pupuk.

Selain itu, ada juga program yang diinginkan Nahdlatul Ulama (NU), yakni mengenai pembangunan rumah sakit NU. Kebutuhan itu seperti alat kesehatan dan tenaga medis.

“Semuanya keluhan masyarakat akan diperjuangkan untuk dianggarkan,” tandasnya.

Sementara anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep Dekki Purwanto juga menemukan aspirasi mengenai infrastruktur, utamanya fasilitas umum (fasum). Harapannya, semua pengaduan masyarakat dapat tertangani dan masuk di APBD perubahan atau APBD Murni.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep Ach. Salaf Junaidi mengatakan, tidak semua usulan masyarakat yang diajukan dapat tercover di APBD perubahan atau APBD murni, semuanya akan dipilah yang paling prioritas.

“Tergantung ketersediaan anggaran mas,” kaya Salaf. (imd/waw)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *