oleh

Usai Sidak, Legislatif Temukan Kejanggalan dalam Pembangunan Jalan Bancaran-Tonjung

Kabarmadura.id/Bangkalan-Usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Selasa (30/6/2020), Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan menemukan kejanggalan dalam pembangunan pembangunan jalan baru, Bancaran – Tonjung, dengan panjang 450 meter lebar 20 meter.

Anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawwir menyampaikan, kejanggalan tersebut yakni karena hanya ini satu-satunya proyek berskala kabupaten yang lolos dari refocusing untuk penanganan penyebaran wabah Covid-19. Pagu pembangunan ini sendiri mendapat kucuran anggaran sebesar Rp1,4 miliar.

Musawwir menerangkan, proses pengajuan lelangnya berlangsung pada tanggal 13 April. Dengan pengajuan 9 program, tanggal 6 Mei proses lelang dilakukan. Selanjutnya pada tanggal 8 Juni masuk BK.

“Padahal memasuki bulan-bulan itu wabah Covid-19 memasuki kabupaten Bangkalan. Di mana semua anggaran dan kegiatan harus difokuskan pada penanganan Covid-19,” terangnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, semestinya pada bulan Mei tersebut semua proses kegiatan lelang harus dipending. Sementara itu satu pembangunan jalan dari 9 kegiatan tersebut tetap berlanjut. Hal inilah yang dipertanyakan oleh Musawwir.

“Kenapa satu ini bisa lolos, tetap jalan. Ada apa dengan ini?” tanyanya.

Selain itu, Musawwir juga menemukan, pada Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang difokuskan pada pemasangan bedel, di situ juga tidak ada proses pergantian tanah. Tanah rawa yang ada di situ langsung diuruk dengan bedel dengan ukuran 14 hingga 16 meter.

“Di situ ada anggaran Rp1 miliar lebih hanya untuk pemasangan bedel,” tuturnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil rapat dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rumah (PUPR) Bangkalan, Rabu (1/7/2020), lasan pembangunan jalan nasional tersebut tidak jelas.

“Jadi kami meminta adanya jaminan dari pihak ketiga atau dinasnya mengenai pembangunan ini,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Bangkalan Ishak Sudiyo menjelaskan, pembangunan jalan ini akan dijadikan sebagai jalan nasional. Sampai saat ini pembangunan tersebut telah dikerjakan. Berdasarkan dari Surat Perintah Kerja (SPK) proses pengerjaan mulai tanggal 8 Juni kemarin.

Dirinya mengakui, pembangunan ini memang tidak mendapatkan pemangkasan atau refocusing.

“Yang menjadi prioritas pembangunan ini tetap jalan di tengah wabah ini, karena jalan ini akan membuka akses alternatif menuju Kota Bangkalan,” tandasnya. (ina/pai)

Komentar

News Feed