Usai Wafatnya Wabup, Satpol PP Pamekasan Janji Gencarkan Disiplin Protkes ke Desa-Desa

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) PERKETAT: Penegakan pelanggar protokol kesehatan akan ditingkatkan hingga ke desa-desa.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN–Setelah wafatnya Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan H. Raja’e, masyarakat Pamekasan merasa was-was. Pasalnya, sebelum meninggal, mendiang Raja’e sempat disebut terinfeksi Covid-19 dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo Surabaya.

Namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan telah memberikan keterangan bahwa Raja’e tidak meninggal karena Covid-19. Sebab dia telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 lima hari sebelum meninggal melalui hasil swab yang menyatakan dirinya bersih dari Covid-19.

Meski begitu, Pemkab Pamekasan berencana akan menggencarkan penegakan penerapan protokol kesehatan (protkes) di Kabupaten Pamekasan bahkan hingga ke desa-desa.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan Kusairi pada Senin (4/1/2021)mengaku telah berkoordinasi dengan seluruh kepala desa dan forum komunikasi pimpinan kecamatan (forkopimka) di Kabupaten Pamekasan.

Bahkan rencana tersebut telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian, baik dengan seluruh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan dan seluruh jajaran kepolisian sektor (polsek) di seluruh kecamatan di Pamekasan.

Menurutnya, penegakan penerapan protkes di Pamekasan akan sia-sia jika yang ditekan untuk disiplin hanya di wilayah perkotaan. Sebab pada praktiknya, setiap hari masyarakat desa keluar masuk wilayah perkotaan. Untuk itu, pihaknya akan memberdayakan kasi trantib di setiap kecamatan dengan dibantu oleh jajaran forkopimka di setiap kecamatan.

Ditegaskan pula, pemberlakuan sanksi terhadap para pelanggar protkes di pelosok desa akan diterapkan. Bahkan bagi yang terbukti melanggar, tetap akan disidang tindak pidana ringan (tipiring), sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 dilanjutkan dengan peraturan gubernur (pergub) dan peraturan bupati (perbup).

“Tapi kalau masih bisa dengan sanksi-sanksi berupa sosial ya kita sanksi sosial dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satgas Penanganan Covid-19 RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan dr. Syaiful Hidayat menjelaskan bahwa Covid-19 masih ada dan masih mengancam keselamatan masyarakat Pamekasan. Pihaknya mengimbau agar virus ini jangan dianggap enteng, karena korban meninggal karena virus ini sudah semakin banyak.

“Virus Corona masih ada, jangan dianggap enteng. Caranya cuma satu, patuhi protokol kesehatan,” tegas pria yang akrab dipanggil Yayak itu. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *