KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Calon penerima program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) tahun ini semakin berkurang dibandingkan tahun 2022 kemarin. Di tahun 2022 kemarin, jumlahnya tembus 120 penerima. Sedangkan tahun ini, hanya 23 calon penerima RST. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Sosial Pamekasan Herman Hidayat Santoso, Rabu (13/9/2023).
Dia mengaku, usulan 9 RST belum masuk ke cakupan penerima. Sebab, ketentuan penerima RST merupakan kewenangan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI). Sedangkan ada 25 RST merupakan aspirasi dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR RI).
“Khusus usulan dari kami, sejauh ini sudah ada komunikasi dengan Kemensos RI. Hasilnya, tetap berlanjut agar usulan kami diterima, karena mayoritas yang kami usulkan ini sangat membutuhkan bantuan, yakni masyarakat yang rumahnya terdampak kebakaran,” ujarnya kepada Kabar Madura.
Menurutnya, untuk kualifikasi sebagai penerima program RST bukan lagi menjadi kewenangannya. Melainkan, sudah menjadi ranah pemerintah pusat. Hanya saja, penerima yang bisa diprioritaskan merupakan warga yang rumahnya tidak layak huni, tidak memiliki jamban dan lainnya.
“Masing-masing penerima nanti akan memperoleh bantuan Rp20 juta dan ditransfer langsung ke rekening setiap penerima. Yang jelas, tahun ini program tersebut berlanjut, tetapi hasil assessment kemarin belum ada informasi lebih lanjut dari pusat,” ucapnya.
Pihaknya menuturkan, di tahun 2022 kemarin tahapan pengerjaan direalisasikan bulan Oktober dan ada yang dikerjakan bulan Desember. Namun, pembangunannya harus tuntas sebelum melampaui tahun. “Kemarin memang sudah ada 25 orang penerima. Kemudian di cek langsung dari pusat dari satu rumah ke rumah lainnya, kami hanya mendampingi, untuk mengecek layak tidaknya sebagai penerima,” tuturnya.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Totok Iswanto