Usung Pengembangan dan Kemandirian UTM, Empat Bakal Calon Rektor Sampaikan Visi Misi


Usung Pengembangan dan Kemandirian UTM, Empat Bakal Calon Rektor Sampaikan Visi Misi
(KM/HELMI YAHYA) SPORTIF: Empat bakal calon rektor UTM periode 2022-2026 menyampaikan visi dan misi pencalonan.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN, KAMAL-Panitia pemilihan rektor (pilrek) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar rapat senat terbuka untuk mendengarkan acara penyampaian visi dan misi dari empat bakal calon rektor periode 2022-2026 nanti.

Dalam penyampaiannya, 4 bakal calon rektor dinilai memiliki kesamaan visi misi yang berbasis pengembangan potensi lokal Madura, dan bersiap menjadi kampus mandiri yang berbasis Badan Layanan Umum (BLU).

Rektor UTM Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif. M.Si  menilai bahwa 4 bakal calon rektor memiliki visi misi yang hampir sama. Dia mengharapkan empat bakal calon tersebut bisa membawa UTM lebih maju dan tidak bergantung kepada masyarakat melalui uang kuliah tunggal. “Sepertinya semua fokus ke pengembangan dan kemandirian ke depan,” ucapnya.

Syarif menjelaskan bahwa ke depan, tantangan rektor terpilih  sangat besar. Khususnya terkait peningkatan kualitas perguruan tinggi. Sehingga perlu sinergitas antara keempat bakal calon tersebut.

“Tentunya dibutuhkan satu energi satu komitmen satu strategi bagaimana kampus UTM ini semakin punya strategi kompetisi, juga peningkatan kualitas agar segera mandiri,” ungkapnya.

Harapannya, rektor terpilih bisa mengembangkan klaster lokal itu bisa menjadi satu materi dalam pengembangannya. “Tetap, karena klaster itu akan menjadi menara air dan dasar pijak  untuk kemandirian ke depan melalui potensi lokal,” harap pria asal Sampang itu.

Semenara itu, ketua panitia pilrek periode 2022-2026 Ris Yuwono Yudo Nugroho menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenalkan dan mempertajam visi dan misi dari para bakal calon yang akan di disaring untuk menjadi calon pada tanggal 4 Oktober 2022 nanti  secara tertutup.

“Dari 27 September ini akan menuju ke 4 Oktober 2022 tapi sifatnya tertutup,” ungkapnya.

Adapun mekanisme penyaringan untuk menentukan calon selanjutnya akan dikirim ke kementerian. Ada beberapa tahapan yang tidak langsung akan dilakukan voting. “Jadi pertama musyawarah mufakat, yang kedua voting, tapi voting itu kalau di senat itu nanti kalau masih sama itu akan di ulang kembali dan kalau masih sama kembali akan dikembalikan dan diputuskan kementerian,” paparnya.

Selain itu, Sekretaris Senat UTM Eko Setiawan menambah anggota senat yang akan memilih pada tanggal 4 Oktober 2022 nanti ada 32 orang yang terdiri dari rektor dan wakilnya ada empat suara, Dekan tujuh orang, profesor tujuh orang, wakil senat fakultas tujuh orang, perwakilan satu dosen dari masing masing fakultas.

Insya Allah 32 orang akan memberikan hak suaranya untuk memilih, karena namanya penyaringan jadi ini nanti akan sulit, dari empat nanti akan disaring menjadi tiga dan tiga itulah nanti yang kita berkas kan di berita acara kemudian kita ajukan kepada menteri,” tambahnya.

Eko menilai tahapan yang dilakukan oleh panitia pemilihan rektor sudah bagus untuk mengantisipasi gesekan-gesekan dari semua pihak.

“Sebenarnya kalau di tempat lain ada yang satu hari langsung pemilihan. Cuma kami masih komunikasi dengan kementerian takutnya kalau langsung akan sulit direspon oleh kementerian,” terangnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky