Usut Tuntas Dugaan Penipuan CPNS di Sampang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN)

KABARMADURA.ID | SAMPANG – Dugaan penipuan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Sampang dikhawatirkan akan banyak memakan korban. Apalagi, jika dugaan kasus baru-baru ini terbukti ada unsur penipuan. Sehingga perlu adanya pengusutan kasus hingga tuntas. Hal ini diungkapkan anggota Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman, Selasa (26/10/2021).

Pihaknya sangat mendukung langkah kepolisian yang saat ini antusias melakukan pengusutan dari adanya dugaan kasus penipuan tersebut. Sebab persoalan penipuan dengan iming-iming bisa menjadi pegawai negeri sipil (PNS) perlu diungkap kebenarannya. “Kami sangat mendukung kasus ini terungkap dan terbukti. Sehingga tidak banyak korban setelah ini, ketika ada rekrutmen CPNS,” ujarnya.

Sebab dikhawatirkan, akan ada korban lain dari pelaku penipuan CPNS. Kekhawatiran tersebut berdasar, pelaku sempat menyebut nama salah satu pejabat di daerah yang identik dengan slogan Kota Bahari.  Sehingga jika benar terbukti dipastikan banyak pihak yang dirugikan. Apalagi, penipuan bermodus penerimaan CPNS sudah lama dan kerap kali  terjadi.

Aulia Rahman menegaskan, modus penipuan CPNS cukup bervariasi. Bisa saja pelaku dengan inisiatif sendiri mencatut nama pejabat agar mudah meyakinkan targetnya. Sehingga bisa tergiur dan merasa terjamin bisa lolos dan diangkat PNS. Selain itu, ada komplotan khusus yang melibatkan pejabat teras. Namun usahanya meloloskan korban gagal.

“Nah hal ini perlu ditelusuri kebenarannya. Jika memang ada keterlibatan oknum pejabat harus ditindak tegas. Karena kasus semacam ini banyak terjadi saat masa rekrutmen CPNS berlangsung,” tegasnya.

Untuk diketahui, Alis Shofa Januar melaporkan RK (inisial) ke Mapolres Sampang dengan dugaan penipuan rekrutmen PNS. Terlapor meminta uang senilai Rp110 juta dengan iming-iming istri pelapor akan diloloskan sebagai PNS. Sementara polisi sudah memeriksa tiga saksi. Di antaranya, pelapor atas nama  Slamet Satuli, orang tua pelapor dan Ferdi yang merupakan saudara sepupu pelapor.

Sementara itu, Kapolres Sampang AKBP Moh. Hafidz melalui Kasatreskrim AKP Sudaryanto mengaku, belum bisa berkomentar banyak. Sebab masih menunggu hasil gelar perkara. Hanya saja, dia membenarkan jika sudah menerima keterangan dari para saksi. “Kita tunggu hari Rabu. Dilanjut atau tidaknya penanganan kasus masih menunggu hari Rabu,” responnya.

Reporter : Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *