UTM Bentuk Pusat Risbang Sapi Madura, Disiapkan Jadi Potensi Industri dan Wisata

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) PRODUKTIF: Pagelaran Matching Fund MBKM yang fokus mengkaji tentang potensi sapi Madura melalui zoom meeting yang digelar UTM, Rabu (8/9/2021).

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus bergerak melakukan inovasi dan pengembangan pada masyarakat di Madura. Terbaru, pada sektor pertanian dan peternakan, UTM berencana membentuk Pusat Risbang Sapi Madura.

Upaya itu diungkap dalam acara Matching Fund MBKM Riset 2021. Acara yang diawali dengan webinar tersebut akan dibagi menjadi beberapa sesi dengan tema yang berbeda. Webinar series 1 diadakan dengan tema “Pembentukan Pusat Risbang Sapi Madura” pada Rabu (8/9/2021).

Bacaan Lainnya

Acara tersebut diadakan oleh Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian UTM yang mendapatkan program Matching Fund Kedaireka yang diketuai oleh Andrie Kisroh Sunyigono, S.P., M.P., Ph.D.

Matching Fund Kedaireka merupakan program hibah yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi sebagai bentuk nyata dukungan dari kementerian untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara Insan Dikti (lembaga perguruan tinggi) dengan pihak industri.

Pihak industri ini mencakup perusahaan swasta, BUMN/D, LSM, asosiasi dan sejenisnya. Tujuan akhir dari program Matching Fund Kedaireka yang diketuai oleh Andrie Kisroh Sunyigono, adalah inisiasi pembentukan pusat riset dan pengembangan sapi Madura.

Dekan Fakultas Pertanian UTM, Dr. Ir. Slamet Subari, M.Si mengatakan, tujuan memilih sapi Madura, mengingat sapi Madura memiliki plasma nutfah yang istimewa dan saat ini sudah dimasuki oleh sapi limousin, sehingga sapi asli Madura sudah hampir punah.

“Kami berupaya agar keaslian sapi Madura ini tetap terjaga,” katanya.

Dalam sambutannya dia mengatakan, pengembangan dan pelestarian sapi Madura dirasa sangat penting, karena warga Madura rata-rata berpenghasilan dari pertanian, sedangkan musim hujan di Madura relatif pendek. Dengan waktu bertani yang pendek, petani diharapkan memanfaatkan waktu luangnya dengan beternak sapi yang berkualitas.

Dengan pengembangan tersebut, nantinya sapi Madura tidak hanya menjadi sapi yang sifatnya konsumsi, tetapi juga bisa menjadi sapi yang sifatnya artistik seperti sapi sonok dan sapi kerap.

Dengan pengembangan itu, nantinya diharapkan sapi Madura bisa menjadi industri sendiri, khususnya sapi sonok dan sapi kerap.

“Sehingga sapi ini bisa mengglobal dan mendunia, khususnya sapi sonok dan sapi kerap,” ucapnya.

Diketahui, program risbang sapi Madura tersebut bekerja sama dengan badan usaha milik desa (BUMDes) di Pamekasan, dan akan berlanjut hingga Sabtu 11 September 2021, dengan berbagai kegiatan dan tema yang berbeda.

“Kami berharap acara ini berjalan lancar dan sesuai rencana untuk membentuk pusat risbang sapi Madura,” harapnya.

Materi pertama webinar disampaikan oleh Prof. Ir. I Gede Suparta Budisatria, M.Sc., Ph.D. dengan materi Pengembangan Sapi Madura/Sonok. Dalam paparannya disampaikan bahwa pengetahuan terkait budidaya sapi sonok yang berkaitan dengan bentuk fisiknya, gambaran usaha tani sapi sonok dan juga sistem informasi yang mendukung good breeding pada sapi sonok.

Materi kedua disampaikan oleh Ir. Bambang Suwignyo, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN. Eng, dengan materi pakan Ternak dari Potensi Lokal pemateri memberikan pengetahuan terkait berbagai macam pakan yang dapat diberikan kepada sapi sehingga menghasilkan sapi yang berkualitas.

“Kita harus berkembang dari berbagai cara, salah satunya untuk merawat dan menghasilkan sapi yang baik, tentu butuh pakan yang sesuai juga,” ucapnya saat menyampaikan materinya. (hel/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *