Vaksin Berbayar Mulai Masuk Madura, Dibanderol Rp900 Ribu per Dosis

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MELAYANI: Petugas saat melakukan pendataan vaksin di gedung Rato Ebuh, Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Informasi penyediaan jasa vaksinasi berbayar di apotek, sudah sampai di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan. Bahkan sudah mulai ramai dibicarakan masyarakat. Vaksin yang dibanderol dengan harga Rp900 ribu berbeda jenis dengan vaksin merek Sinovac dan Astrazeneca.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengakui bahwa informasi penjualan vaksin tersebut juga sudah sampai di telinganya. Penjualan vaksin itu disebut menjadi bisnis perusahaan dengan merk Sinopharm. Fungsinya sama dengan vaksin merk lainnya. Tetapi menurutnya, penjualan vaksin itu hanya perihal kepentingan perusahaan.

Bacaan Lainnya

“Itu hanya kepentingan perusahaan saja, jadi beda dengan kami,” katanya.

Vaksin yang disediakan oleh Dinkes Bangkalan adalah vaksin dari pemerintah yang dialokasikan untuk masyarakat. Tujuannya agar berhasil mencapai target herd immunity atau kekebalan dari virus dalam sebuah populasi.

Meski begitu, vaksin yang dijual di apotek Kimia Farma merupakan vaksin yang resmi dan memiliki izin lengkap. Sehingga informasi dari pemerintah pusat, vaksin Sinopharm itu juga layak diberikan pada masyarakat.

“Setidaknya dengan vaksin ini, target kami juga terbantu, karena sebagian masyarakat juga bisa menggunakannya,” ulasnya.

Tetapi dengan harga yang menurutnya cukup tinggi, akan sulit untuk masyarakat menengah ke bawah akan membeli vaksin tersebut. Sehingga lelaki akrab disapa Yoyok itu juga menyarankan agar masyarakat mengikuti vaksinasi gratis yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.

Sementara itu, salah satu staf apotek Kimia Farma Bangkalan, Mutmainnah, membenarkan bahwa di tempat kerjanya juga akan segera menyediakan penjualan vaksin. Namun masih dalam proses pengiriman.

“Iya nanti beberapa hari lagi ada, sementara belum,” katanya.

Selain itu, menurut perempuan berhijab itu, proses pembeliannya nanti secara paket sekaligus. Proses pelaksanaan vaksinasi juga sama dengan vaksin pada umumnya.

“Saya belum mengetahui detailnya, tetapi yang jelas sama dengan vaksin pada umumnya,” ujar Mutmainah. (hel/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *