Vaksin Pekerja Publik Bukan Sinovac Juga Rentan Timbul Polemik

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) BERUBAH: Salah satu tenaga kesehatan saat mendapatkan suntikan vaksin jenis Sinovac produk Tiongkok.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan merencanakan vaksinasi gelombang kedua untuk pekerja publik.Kegiatan itu direncanakan pada pekan ketigaFebruari 2021. Namun, vaksin yang bakal digunakan bukan vaksin Sinovac.

Hal itu diungkapkan oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Achmad Marsuki melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pamekasan Nanang Suyanto. Pihaknya belum memastikan nama jenis vaksin yang baru itu.

Bacaan Lainnya

Dari segi tempat produksinya,vaksin itu dipastikan berbeda dengan vaksin Sinovac. Jika vaksin Sinovac diproduksi oleh Tiongkok, maka vaksin yang bakal digunakan pada gelombang kedua ini merupakan vaksin produksi dalam negeri yang diproduksi oleh Biofarma.

“Kemungkinan nanti, vaksin untuk kelompok kedua ini berbeda. Menggunakan vaksin yang diproduksi di Biofarma,” ungkapnya.

Dia memastikan efektivitas vaksin Sinovac dengan vaksin produk Biofarma tidak ada bedanya. Bahkan, bahan bakunya sama dengan vaksin Sinovac. Namun menurutnya, hal itu masih kemungkinan, tergantung stok vaksin sinovac masih memadai atau tidak.

“Intinya, tidak ada bedanya, sama. Cuma pengemasannya saja yang beda,” lanjutnya.

Menurutnya, sedari awal, pemerintah memang merencanakan untuk memproduksi sendiri vaksin. Namun, bahan baku untuk produksi vaksin juga diproduksi dari Tiongkok. Pihaknya menduga, biaya memproduksi sendiri lebih murah, sehingga pemerintah memproduksi sendiri.

Pihaknya masih akan mensosialisasikan perubahan jenis vaksin itu. Tujuannya untuk mengantisipasi menyebarnya berita bohong dan kesalahpahaman warga Pamekasan.

Namun ditegaskan, vaksin ini halal dan suci dan dibuktikan dengan sertifikat Majelis Ulama Indonesia (MUI).Serta aman yang dibuktikan dengan sertifikat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

“Itu yang mungkin menjadi senjata kami ke masyarakat, bahwa vaksin ini halal, suci dan aman,” tukasnya.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Wardatus Sarifah juga meminta agar Pemkab Pamekasan segera melakukan sosialisasi kepada publik terkait akan tidak samanya jenis vaksin untuk pekerja publik.

Sebab jika tidak disosialisasikan,akan mengundang asumsi publik, terutama dari kalangan awam bahwa terdapat kejanggalan dalam kegiatan vaksinasi sebagaimana sebelumnya sempat beredar isu semacam itu di tengah-tengah masyarakat.

“Kalau begitu,sosialisasinya ini harus massif. Kemarin kan sempat ada audinesi terkait dari masyarakat terkait hal itu,” ucapnya. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *