oleh

Vaksin untuk Sumenep Tiba, Sasaran Tidak Ada

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Hingga vaksin tiba, sasaran vaksinasi di Sumenep belum jelas. Vaksin untuk vaksinasi tahap II itu sudah tiba di Sumenep. Dikirim pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan tiba di Sumeneppada Senin malam (22/2/2021).

Sejauh ini, jumlah pendaftar vaksinasi yang masuk pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep juga belum final, begitupunjumlah vaksinatornya. Sehingga vaksin terpaksa digudangkan sementara.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Agus Mulyono mengatakan, pelaksanaan vaksinasi belum ada kejelasan. Sedangkan jumlah vaksin yang tiba adalah 1.760 vial.1 vial berisi 10 dosis vaksin. Saat ini, vaksin itu disimpan di gudang penyimpanan farmasi milik Dinkes Sumenep.

“Jadi pengiriman tahap kedua ini adalah untuk 17.600 sasaran. Data yang akan divaksin belum terdata di dinkes,” katanya, Selasa (23/2/2021).

Namun sebelumnya sudah direncanakan, sasarannya vaksin tahap ke dua untuk pelayan publik dan lansia. Proses pendaftarannya secara daring melalui institusi dan OPD melalui pusdatin.

Data sementara yang masuk ke Dinkes Sumeneplebih dari 4 ribu orang. Tetapi, data tersebut masih belum valid dan saat ini masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.

“Setelah data sasaran diterima Sumenep, selanjutnya vaksin akan didistribusikan ke27 kecamatan, ke puskesmas-puskesmas, dan semua layanan kesehatan yang ada di Sumenep,” tegasnya.

Jumlah vaksinator tahap dua juga belum jelas. Sedangkan pada tahap pertama, Dinkes menurunkan 153 vaksinator.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian PenyakitDinkes Sumenep Kusmawati mengatakan, jumlah pendaftar vaksin tahap II sangat sedikit. Sedangkan, pelayan publik sebayak puluhan ribu.

Bahkan menurutnya, pendaftar saat ini tidak ada kejelasan. Masyarakat enggan mendaftar, utamanya di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Sumenep.

“Kami tidak bisa menekan OPD. Sebab, OPD selevel dengan dinkes. Jadi, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” kata wanita yang akrab disapa Kus itu.

Namun rencana vaksinasi akan dilakukan di akhir Februari atau awal Maret mendatang. Sasarannya mencakup petugas pelayanan publik dan warga lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun. (imd/waw)

 

 

 

Komentar

News Feed