Vaksinasi Malam Hari, Cara Dinkes Pamekasan Sikapi Kekhawatiran Batalnya Puasa

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan membuka pelayanan pelaksanaan vaksinasi Covid -19 di malam hari l. Itu selama bulan suci Ramadhan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Achmad Marsuki, melalui Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nanang Suyanto menjelaskan, pada Ramadan ini beberapa puskesmas memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19 di malam hari. Umumnya setelah shalat Tarawih.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut dilakukan funa memenuhi permintaan masyarakat yang tidak ingin divaksin di siang hari atau saat menjalani puasa.

“Masyarakat ini minta proses vaksinasi digelar di malam hari,” terang Nanang Suyanto, Minggu (2/5/2021).

Pihaknya menjelaskan, secara medis proses vaksinasi dilakukan di siang hari tidak ada masalah. Apalagi, tambahnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan, disuntik vaksin Covid-19 tidak membatalkan puasa orang yang sedang berpuasa.

Namun, ungkapnya, masih banyak masyarakat yang merasa khawatir terjadi hal-hal tidak diinginkan jika disuntik vaksin saat sedang berpuasa. Karena kondisi badan sedang lemah.

“Banyak yang tidak mau divaksin pada saat puasa. Sehingga, kami membuka proses vaksinasi di malam hari. Yakni, sesudah shalat Tarawih,” tambahnya.

Nanang mengatakan, untuk saat ini sasaran vaksin Covid-19 di Kabupaten Pamekasan diprioritaskan untuk lanjut usia (lansia) dan guru.

“Untuk saat ini kami masih memprioritaskan lansia. Karena lansia ini kan rentan terkena penyakit. Termasuk para guru. Sebab, sering berhadapan langsung dengan murid. Itulah alasan pemerintah memprioritaskan dua sasaran ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Sahur mengatakan, proses vaksinasi di siang hari tidak akan memberikan dampak apa-apa kepada si penerima vaksin.

Atas hal itu, pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak khawatir meski pemberian vaksin dilakukan di saat penerima sedang menjalankan ibadah puasa.

“Memang masyarakat ini banyak yang khawatir jika suntik vaksin dilakukan di siang hari, takut bisa membatalkan puasanya. Tapi, kami berharap kepada seluruh masyarakat untuk datang ke puskesmas yang sudah disediakan, baik siang atau malam. Supaya proses vaksinasi segera selesai,” tegasnya.

Reporter: Zubaidi

Redaktur: Anam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *