Vaksinasi Rendah, Tim Pakar Covid-19 Nasional Turun Tangan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) EVALUASI: Tim Pakar Covid-19 Nasional berdiskusi dengan Wakil Bupati Bangkalan di Pendopo Agung

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Pelaksanaan vaksinasi di Bangkalan hingg akini masih mencatat angka rendah, sebanyak 10 persen dari target 785.123 orang. Penyebabnya, sebagaimana penilaian Tim Pakar Covid-19 Nasional, Makruf Zainuddin, masyarakat enggan melakukan vaksin karena mendapatkan banyak informasi hoax.

Tim Pakar Covid-19 Nasional sejak kemarin (12/8/2021) melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) penanganan Covid-19.  Rombongan ditemui oleh Wakil Bupati Bangkalan Mohni bersama Satgas Covid-19 Bangkalan.

Ihwal turunnya tim pakar, jelas Iwan Makruf Zainudin, karena berdasarkan hasil laporan dari Satgas Covid-19 Bangkalan, vaksinasi di Bangkalan masih jauh dari target. Lebih-lebih karena pengarus informasi hoax.

“Seperti gara-gara vaksin lalu lumpuh, padahal itu satu orang dan itu bukan karena vaksinnya tapi karena yang bersangkutan punya komorbid. Tapi diviralkan, sehingga masyarakat takut. Sebab berita jelek atau hoax ini cepat menyebarnya,” katanya di depan media.

Lelaki yang menyandang gelar Brigjen TNI ini menuturkan, beberapa daerah seperti Bogor, Bandung dan Bali, vaksinasi telah mencapai target, bahkan berebut untuk disuntik. Tetapi di Bangkalan malah tidak mau untuk divaksin meski gratis.

“Harus dari seluruh arahlah untuk menyadarkan masyarakat. Pemkab Bangkalan harus kolaborasi dengan tokoh agama, kepemudaan dan tokoh masyarakat sebagai icon masyarakat agar bisa mengikuti vaksin. Lini pendidikan dan keluarga harus dirangkul untuk menyukseskan vaksinasi. Kominfo juga berperan melakukan sosialisasi,” paparnya usai melakukan monitoring dan evaluasi.

Wakil Bupati Bangkalan, Mohni, mengungkapkan, sejauh ini vaksinasi di Bangkalan masih 10 persen dari total yang ditargetkan sebanyak 785.123 orang. Dengan adanya monev tersebut menjadi spirit baginya agar gaungnya vaksinasi bisa terserap masyarakat.

“Persentasenya memang masih rendah, tapi beberapa hari terakhir trennya mulai meningkat, vaksinasi dari lini bawah puskesmas yang dibantu oleh TNI/Polri, yang paling penting vaksin ini harus dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Pelan-pelan dia akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk vaksin. Dia juga mengubah trik agar masyarakat yang vaksin yang semula diberikan beras 5 kilogram. Kali ini dia memakai cara dengan tidak memberikan imbalan jika mau divaksin.

“Kalau malah di iming-imingi dengan diberi imbalan, takutnya masyarakat malah tidak mau, merasa curiga,” tandasnya. (ina/bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *