Vakum Sejak Pandemi, Warga Bangkalan Rindukan Pagelaran Karapan Sapi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) RAMAI: Warga dan peserta saat mengikuti kompetisi tahunan karapan sapi di Lapangan Karapan Sapi, Desa Sendang Dajah, Kecamatan Labang, Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Sejak pandemi Covid-19 mewabah sampai ke Bangkalan, banyak hajatan besar daerah yang tertunda. Semisal pagelaran bergengsi Karapan Sapi Piala Presiden juga mengalami penundaan. Padahal, beberapa tokoh di Bangkalan menyatakan siap bersinergi untuk menjaga ketertiban demi terselenggaranya pagelaran akbar tersebut.

Salah satu tokoh Karapan Sapi Bangkalan Moh Tohir menyampaikan bahwa dirinya merindukan Karapan Sapi di Madura, khususnya di Bangkalan. Apalagi setelah Karapan Sapi Piala Presiden resmi ditunda. “Sudah lama, padahal kami sudah siap, melakukan semua aturan pemerintah,” katanya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, jika pagelaran Karapan Sapi terus ditunda, maka kemungkinan banyak pemilik sapi yang akan merasakan kerugian. Sebab, sapi jagoannya yang dulu dalam kondisi prima, bisa saja sudah bertambah usia dan semakin lamban pergerakannya. “Ini sudah tahun kedua, tahun kemarin hanya selesai di seleksi kabupaten,” paparnya.

Tohir yang biasanya juga ikut menyelenggarakan kompetisi, merasa pandemi berdampak pada aktivitasnya.  Ia yang biasa menggelar lomba untuk memperingati hari ulang tahun Gagak Rimang, tahun 2021 mungkin tidak bisa menggelarnya. “Saya berharap agar masyarakat dan pemerintah bisa saling membantu, agar pandemi ini segera usai,” jelasnya.

Pria berusia 37 tahun itu meyakini, jika keinginan pemerintah bisa dipenuhi, dam semuanya sesuai dengan aturan, tentu bukan hal yang sulit untuk mencegah meluasnya pandemi, tentu izin kegiatan Karapan Sapi juga bisa saja diberikan.

“Mari saling menjaga dan mendukung, saya dan semua pegiat Karapan Sapi lainnya sudah rindu,” pungkasnya. (hel/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *