Verifikasi Penerima Berbelit, Pencairan Kube Buram

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Sampang-Kendati sudah memasuki triwulan ketiga tahun anggaran 2019, program bantuan kelompok usaha bersama (Kube) yang dikelola Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sampang belum ada kepastian pencairan.

Pasalnya hingga saat ini, masih proses identifikasi dan verifikasi penerima.

Program Kube tahun ini hanya terpusat di dua kecamatan yang tersebar di empat desa dengan jumlah penerima sebanyak 90 kelompok.

Sayangnya hingga saat ini, belum ada tanda-tanda akan dicairkan.

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Fakir Miskin dan Kelembagaan Dinsos Sampang Nurul Hayati mengatakan, program Kube merupakan salah satu program Kementerian Sosial RI.

Pelaksananya, di Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan.

Tujuannya untuk memberdayakan kelompok masyarakat miskin dengan pemberian modal usaha melalui program bantuan langsung pemberdayaan sosial (BLPS) untuk mengelola usaha ekonomi produktif (UEP).

Sementara untuk proses pencairannya menunggu keputusan dari pusat, karena Dinsos Sampang hanya sebatas pelaksana teknis.

“Saat ini, masih proses identifikasi dan verifikasi penerima, sehingga pencairan bantuan Kube ini belum diketahui kapan dilaksanakan. Prinsipnya masih menunggu keputusan pusat,”ucap Nurul Hayati kepada Kabar Madura.

Ia menjelaskan, program Kube pada dasarnya bertujuan untuk mewujudkan peningkatan kemampuan berusaha para anggota dalam kelompok, peningkatan pendapatan, pengembangan usaha dan peningkatan kepedulian dan kesetiakawanan sosial di antara para anggota dan masyarakat sekitar.

“Bantuan Kube tahun ini terpusat di Kecamatan Banyuates tepatnya di Desa Larlar dan Desa Tolang, Kecamatan Omben di Desa Karang Nangger dan Desa Kebun Sareh,”timpalnya.

“Untuk penentuan lokasi dan kuota penerima bantuan ini, sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah pusat. Kami hanya sebatas membantu dalam memfasilitasi proses penyaluran bantuan, hanya saja sampai saat ini belum ada kepastian kapan dicairkan,”kelitnya.

Disinggung soal jenis bantuan yang diterima setiap kelompok, Nurul mengatakan bantuan yang diterima setiap kelompok tidak sama, sesuai usulan masing-masing kelompok penerima.

Pihaknya mengaku belum tahu pasti, terkait jenis bantuannya. Pihaknya hanya sebatas melaksanakan teknis di daerah, sedangkan yang menentukan langsung dari pusat.

“Kami harap bantuan ini benar-benar bermanfaat dalam menyejahterakan warga miskin dan segera dicairkan,”tandasnya. (sub/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *