oleh

Verifikator Baru Ditugaskan, Insentif Tim Medis Penanganan Covid-19 Masih Tertahan

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Insentif tim medis penanganan Covid-19 Bangkalan hingga saat ini tidak kunjung dicairkan. Sebab, tim verifikator yang akan menyeleksi, baru mendapatkan surat keterangan (SK) penugasan pada Selasa (2/6/2020).

“Kami masih dalam proses, karena masih penyelesaian SK verifikator dan hari ini selesai dan di samping itu kami segera membuat surat edaran ke kepala puskesmas (kapus) untuk mengusulkan ke Dinkes,” jelas Ketua Tim Verifikator Mohammad Rasuli.

Masih menurut lelaki yang juga menjabat sebagai Skeretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan ini, secara otomatis, insentif tim medis yang menangani Covid-19 belum bisa dicairkan. Sebab, proses pengajuan nama-nama tenaga kesehatan yang akan diberikan insentif baru mulai dilakukan.

“Masih menunggu soalnya yang berhak itu antara lain petugas medis dari RSUD, Dinkes dan puskesmas, kalau sudah ada usulan, baru nanti diverifikasi oleh tim,” paparnya.

Untuk pengumpulan tenaga kesehatan yang akan mendapatkan intensifm, pihak Dinkes Bangkalan memberikan jangka waktu paling lambat tanggal 8 Juni 2020 nanti. Pemberian insentif dan santunan kematian tersebut termaktub dalam Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/278/2020.

Sedangkan Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo menerangkan, pencairan insentif tenaga medis itu harus melalui mekanisme yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Pria yang akrab disapa Yoyok itu menjelaskan, mekanisme pencairan insentif tenaga medis itu, pertama, dari rumah sakit, institusi, lembaga dan puskesmas mengusulkan nama-nama yang layak mendapatkan insentif dengan kisaran yang sudah disepakati.

Namun tidak serta-merta semua karyawan diusulkan, tapi disesuaikan dengan jumlah kasus di tempat karyawan masing-masing.

“Misalnya di puskesmas tanah merah ODPnya hanya 2 tapi mengajukan 10 orang karyawan, kan tidak rasional, pasti ditolak,” jelasnya.

Setelah tahap usulan nama tersebut, lanjut dia, akan diverifikasi oleh tim verifikator yang jumlahnya lima orang. Ini lah yang berhak mencoret, menambah atau mengurangi usulan itu. Selanjutnya baru pihaknya akan mengirim ke provinsi untuk diajukan ke pusat untuk mendapatkan pencairan dana insentif.

“Yang jelas insentif itu bersumber dari uang kas pusat. Nanti ditransfer melalui dana bantuan operasional kesehahan (BOK),” pungkasnya.

Adapun besaran insentif untuk tenaga kesehatan itu antara lain, dokter spesialis Rp15 juta, dokter umum dan gigi Rp10 juta, bidan dan perawat Rp7,5 juta dan tenaga medis lainnya Rp5 juta. Semantara untuk santunan kematian sebesar Rp300 juta. (ina/waw)

 

Komentar

News Feed