Vonis Berbeda untuk Terpidana Bansos Tebu

  • Whatsapp
KM/IST FOR KM-TUNTUT: Dua terdakwa kasus kasus tipikor bansos tebu menjalani sidang tuntutan.

Kabarmadura.id/SAMPANG – Dua terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) Bantuan Sosial (Bansos) pengembangan tanaman tebu kebun benih datar (KBD) dari Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur tahun 2014 yakni Ketua Kelompok Tani (Poktan) Mawar, Aliansyah dan Ketua Poktan Damar Wulan, Abd. Holik akhirnya divonis oleh Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (25/3).

Ketua Poktan Mawar, Aliansyah divonis 4 tahun 6 bulan dan denda Rp200 juta. Sedangkan Ketua Poktan Damar Wulan, Abd. Holik divonis 4 tahun dan denda Rp200 juta.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Negeri Sampang, Munarwi menjelaskan bahwa pasal yang disangkakan terhadap 2 terdakwa yaitu kedua diancam pasal 2 jo pasal 3 UU Tipikor Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001. Ancaman pasal 2 minimal hukuman 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dengan denda minimal Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar. Kemudian, pasal 3 minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dengan denda minimal Rp50 juta dan maksimal Rp1 miliar.

“Aliansyah dituntut 4 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp200 juta, subsider 66, dengan uang pengganti sebanyak Rp651 juta lebih, sedangkan Holik dituntut 4 tahun penjara,” katanya.

Untuk diketahui, Poktan Mawar menerima bansos Rp 2.355.815.000. Sebanyak Rp 651.000.000 sudah dicairkan oleh ketua poktan. Akan tetapi, peruntukan dana tersebut tidak jelas.

“Berdasarkan hasil audit BPK Perwakilan Provinsi Jatim Nomor SR.833/PW13/5/2017 ditemukan kerugian negara Rp 888.275.000,” tambahnya.

Sementara untuk Poktan Damar Wulan mendapat bansos Rp 2.400.475.000. Kasusnya sama dengan Poktan Mawar. Yakni, dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang sudah disepakati dalam surat perjanjian kerja sama. Antara lain, yang semestinya luas lahan 43 hektare hanya terealisasi di 16,342 hektare. Dalam kesempatan itu, Ketua Poktan Damar Wulan sempat mencairkan dana bansos tersebut sebesar Rp 1.457.700.000 untuk pengembangan tebu. Namun, realisasinya tidak sesuai. Sementara sisanya tetap di rekening.

“Sisanya yang tidak dicairkan oleh Poktan Damar Wulan ini disita oleh Polres Sampang. Uang sitaan yang menjadi barang bukti tersebut dititipkan di BRI. Totalnya yaitu sebesar Rp 1.180.050.000,” tegasnya.(awe/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *