oleh

Vonis Seumur Hidup untuk Idris, Belum Putuskan Banding atau Tidak

Kabarmadura.id/SAMPANG – Terdakwa Idris pelaku pembunuhan berencana terhadap Subaidi, anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS), warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah Sampang divonis penjara seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sampang dalam sidang putusan yang digelar beberapa hari yang lalu. Atas putusan tersebut, Idris belum memberikan keputusan apakah akan banding atau memilih menerima hasil putusan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Arman Syahputra, penasihat hukum terdakwa. Ia mengatakan, pihaknya masih mempertimbangkan segala kemungkinan untuk babding atau tidak.

“Masih belum diskusi sama keluarga setelah itu hasilnya bagaimana nanti apakah akan banding atau tidak nanti akan menghubungi saya,” katanya.

Dijelaskan, dirinya sebagai kuasa hukum terdakwa tetap berpedoman kepada hasil kebijakan dari terdakwa dan akan mempertimbangkan yuridisnya.

“Kalo saya burusaha tetap berpedoman apa yang dikatakan terdakwa, saya akan mempertimbangkan yuridisnya, misalkan kita banding ada kemungkinan dikurangi atau tetap,” tambahnya.

Sebelumnya, hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Sampang memvonis hukuman seumur hidup terhadap Idris, pelaku pembunuhan berencana terhadap Subaidi, anggota PPS, warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah Sampang yang terjadi pada November 2018 lalu. Dalam sidang putusan yang dipimpin Budi Setyawan, Selasa (2/4), terdakwa divonis seumur hidup karena terbukti bersalah melanggar pasal 339 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

“Menyatakan terdakwa Idris telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan tanpa hak memiliki senjata api dan amunisi dan menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan penjara seumur hidup,” tegas pimpinan sidanylg.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang Anton Zulkarnaen mengatakan, tuntutan seumur hidup terhadap terdakwa disetujui oleh majelis hakim.

“Kami telah menuntut terdakwa selama seumur hidup. Alhamdulillah tadi oleh  majelis hakim seluruh pertimbangan kami diambil dan majelis hakim setuju dengan pendapat kami bahwa terdakwa Idris  telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan tanpa hak menguasai senjata api dan amunisi. Maka dari itu hakim setuju dengan pidana seumur hidup,” katanya.(awe/pai)

Komentar

News Feed