Wabup Bangkalan Minta Camat dan Kepala Pasar Wajib Swab

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) PERIKSA: Kepala Dispora Bangkalan Sa'ad Asdjari ketika dilakukan swab oleh petugas.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Beberapa waktu seluruh jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) Bangkalan telah dilakukan swab. Hasilnya, Jumat (8/1/2020) telah keluar. Dari hasil swab dinyatakan bersih dari covid-19 atau tidak terinfeksi.

Namun, beberbeda untuk Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan. Menurut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sudiyo, Ketua DPRD Mohammad Fahad menunjukkan hasil yang invalid. Artinya hasilnya keluar namun masih meragukan apakah bersih dari covid-19 atau terinfeksi. Untuk itu, dia telah meminta agar melakukan swab ulang.

Bacaan Lainnya

“Semua negatif, kecuali ketua dewan dan sudah dilakukan swab ulang karena hasilnya invalid kemarin,” katanya.

Yoyok (sapaan akrabnya) menyampaikan, swab massal untuk perkantoran ini masih berlanjut. Senin, (11/1/2020) swab massal dilakukan pada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) bersama Wakil Bupati Bangkalan Mohni. Totalnya ada sekitar 44 Kepala OPD yang diminta swab.

“Swab semua OPD ini sesuai instruksi bupati, mulai dari asisten, kepala badan, staf ahli dan sekda diperiksa,” tuturnya.

Dari 44 Kepala OPD itu hasilnya masih menunggu sekitar dua hari lagi. Dia menginginkan, swab massal ini dilakukan lebih banyak dan meluas lagi khususnya bagi pegawai yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik.

“Secepatnya hasilnya segera keluar, kemungkinan dua hari lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan Mohni menuturkan, usai kepala dinas yang dilakukan swab. Pihaknya menargetkan jika camat dan 29 kepala pasar. Mengingat, keduanya merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kami sudah kirimkan surat pemberitahuan swab massal tersebut ke instansi terkait. Insya Allah dilakukan dua hari lagi,” ujarnya.

Masih menurut mantan kadis pendidikan itu menerangkan, swab massal juga dilakukan untuk memberikan contoh pada masyarakat Bangkalan agar tidak takut melakukan pemeriksaan swab.

Jika dari swab massal ini ada yang terinfeksi Covid-19. Pihaknya masih belum bisa memastikan apakah work from home (WFH) diperpanjang kembali. Mengingat tanggal 14 Januari mendatang WFH telah usai.

“Kami belum bisa pastikan, tapi yang bersangkutan harus menjalani isolasi,” tukasnya.

Untuk menekan peningkatan wabah covid-19 di Bangkalan, dia meminta agar tetap menerapkan protokol kesehatan (protkes). (ina)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *