oleh

Wabup Pamekasan Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan PCC dengan Maksimal

Kabarmadura.id/Pamekasan-Program Pamekasan Call Car (PCC) dan mobil sehat sigap sudah mulai beroperasi sejak Mei 2020 lalu. Sejak saat itu, masyarakat di Kabupaten Pamekasan bisa menikmati layanan konsultasi kesehatan serta mobil sehat secara gratis selama 24 jam nonstop.

Wakil Bupati Pamekasan Raja’e mengatakan, PCC dan mobil sehat sigap merupakan program inovasi pemerintah dalam memberikan layanan penanganan gawat darurat yang secara cepat, tepat, cerdas, dan terpadu.

Diungkapkannya, tujuan program PCC dan mobil sehat sigap adalah untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan yang lebih dekat kepada masyarakat. Dengan demikian, penanganan tentang kegawatdaruratan di masyarakat lebih cepat dari penanganan yang selama ini sudah ada.

“PCC ini akan memberikan layanan kesehatan pada masyarakat sejak mulai dari pra fasilitas, intra fasiltas dan antar fasilitas,” ungkapnya, Rabu (1/7/2020).

Tidak hanya itu, pihaknya menjelaskan, sumber daya manusia (SDM) yang ditempatkan di pusat layanan PCC juga sudah dibekali dengan kemampuan dan wawasan ilmu kesehatan. Jadi, pada saat petugas PCC menerima telepon dari masyarakat, mereka sudah bisa memilah kategori penanganan pasien.

Bahkan, petugas yang disiagakan di mobil sehat sigap, juga telah dibekali pelatihan serta jaringan layanan kesehatan ke 21 satu pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang ada di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

“Mereka (petugas PCC, red) sudah memiliki algoritma atau bekal ilmu kesehatan untuk memilah kategori penangan terhadap pasien,” jelasnya.

Mantan Kepala Desa Bujur Barat itu melanjutkan, dalam mensukseskan program PCC dan mobil sehat sigap itu, butuh peran serta masyarakat. Artinya, masyarakat harus menghubungi petugas PCC melalui layanan nomor telepon yang telah diberikan.

Tentunya lanjut dia, masyarakat harus bekerjasama dengan menjamin kebenaran penelepon, agar tidak ada telepon palsu atau iseng kepada petugas PCC. Selain itu, masyarakat juga diharapkan ikut berperan membantu memelihara mobil sehat sigap dengan baik.

“Terpenting peran serta masyarakat. Kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa peran serta dan dukungan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Achmad Marsuki menyampaikan, dalam layanan PCC masyarakat bisa melakukan komunitasi langsung seputar kegawatdaruratan pada operator yang sudah disiagakan.

Dirinya melanjutkan, terdapat delapan petugas yang disiagakan selama 24 jam untuk melayani konsultasi kesehatan masyarakat. Dimana setelah melakukan komunikasi penanganan kegawatdaruratan di lapangan, petugas kemudian akan menyiapkan alat transportasi berupa mobil sehat sigap, jika masyarakat yang berkonsultasi membutuhkan tindak lanjut penanganan ke fasilitas kesehatan (faskes).

“Petugas PCC itu juga bisa mengetahui status pasien yang harus dirawat di lapangan atau  harus dirawat ke faskes. Nanti petugas PCC akan memandu kondisi pasien, baru kemudian dievaluasi dan dikoordinasikan dengan petugas kesehatan,” terangnya.

Pihaknya mengungkapkan, dengan dipandu koordinator layanan PCC, tenaga kesehatan dan operator PCC bisa bergerak sendiri dan bisa menggerakan tenaga kesehatan di lapangan untuk memberikan layanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.

“Petugas PCC juga bisa memberikan diteksi dini pada kondisi pasien melalui instrume jaringan kesehatan di puskesmas melalui pendekatan keluarga. Hal itu juga didukung dengan data yang dimiliki oleh tim PCC,” tutupnya. (pin)

 

 

Komentar

News Feed