oleh

Wabup Sumenep Bagi Trik Jitu Menjadi Petani Tembakau Sukses

Kabarmadura.id/SUMENEP-Kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terhadap petani, begitu tampak saat Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Achmad Fauzi serta Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Sumenep Arif Firmanto di kegiatan sosialisasi bersama kolompok petani di Kecamatan Ganding dan Guluk-Guluk.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Sumenep Achmad Fauzi mengatakan, petani sangat berharga bagi pemerintah. Oleh kerana itu harus diberdayakan serta diberikan pemahaman yang cukup, terutama bagi petani tembakau.

Komoditi perkebunan yang digelari julukan daun emas itu, sudah ratusan tahun identik dan dibudidayakan masyarakat Madura.  Sehingga tidak ada pilihan selain harus memberdayakan petani tembakau.

“Kami dari dulu sangat prihatin dan peduli terhadap para petani,” katanya, Senin (27//7/2020)

Dalam sosialisasi yang dilaksanakan di rumah kepala Desa Bataal Barat  itu, Fauzi menyatakan bahwa pemerintah daerah terus berusaha membuat tembakau tetap menjadi primadona dan penunjang perekonomian masyarakat Sumenep.

“Ternyata persoalannya adalah masalah harga, sehingga kami terus berusaha berkomunikasi dengan beberapa pabrikan untuk mengetahui apa sebenarnya yang menjadi penyebabnya,” ujar dia

Menurutnya, pabrikan akan membeli dengan harga terbaik jika petani tembakau juga mengikuti standar good agricultural practices (GAP) pabrikan.

“Waktu pabrikan kami kumpulkan, meraka bilang siap membeli dengan bagus asalkan petani mengikuti poin-poin SOP itu dilaksanakan,” ungkap Fauzi.

Oleh karenanya, Fauzi akan mengedukasi petani mengenai pengetahuan tentang kualitas tembakau, agar harganya bagus dan tidak anjlok Dengan begitu, semuanya ada pada tangan para petani.

“Jika ingin bagus, maka perbaiki kualitas,” tutur dia.

Kendati pemerintah pusat kini tidak andil dalam mengendalikan harga tembakau, namun dirinya akan terus berupaya agar pemerintah dapat menetapkan harga standar yang tidak merugikan semua pihak.

“Kami sudah membuat kemitraan dengan PT. Djarum Kudus untuk membeli tembakau petani Sumenep sebanyak 350 hingga 500 ton, begitu juga dengan pabrikan yang ada di Madura,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Dispertahortbun Sumenep, Arif Firmanto mengatakan, upaya pemerintah terus memberi pelayanan prima bagi petani tembakau dengan intens berkomunikasi dengan pabrikan, merupakan terobosan yang baik.

“Yang sudah dilakukan Pak Wabup sudah sangat bagus. Tinggal bagaimana petani dapat bertani dengan profeional,” tukasnya.

Tembakau menyumbang 40-70 persen dari total pendapatan petani di Sumenep. Petani tembahkau di Sumenep tercatat 825.348 jiwa, dengan melibatkan 558.502 KK. Luas lahan potensi tembakau di Sumenep mencapai 28.624,65 hektare yang tersebar di 18 kecamatan di Sumenep. (imd/waw)

 

 

Komentar

News Feed