oleh

Wabup Sumenep Imbau Warganya Tarawih Sembari Berdoa Usir Wabah Penyakit

KABARMADURA.ID;SUMENEP-Meski sudah diimbau mematuhi protokol kesehatan, banyak dijumpai pada pelaksanaan salat tarawih tanpa menerapkan aturan pemerintah itu. Kendati begitu, belum ada tindakan dari pemerintah mengenai hal itu.

Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, berdasarkan laporan dari masyarakat, pelanggaran yang dilakukan terdapat pada daerah pelosok dan di desa. Tetapi, saat ini polres belum dapat menindak.

“Polres memerintahkan polsek setempat untuk dilakukan tindakan,” katanya, Kamis (15/4/2021).

Namun pihaknya berjanji, dalam waktu dekat akan menurunkan sekitar 30 personel untuk menyisir pelaksnaan salat tarawih, khususnya di daerah perkotaan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Agus Mulyono menegaskan, dalam pelaksanaan salat tarawih berjamaah, tetap wajib mematuhi protokol kesehatan (protkes), yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan lainnya.

“Jadi, boleh salat tarawih, tetapi tetap mematuhi aturan pemerintah,” tandasnya.

Menurutnya, setidakanya para jamaahnya memang sudah dikenali satu sama lain, sehingga jemaah dari luar mohon supaya tidak diizinkan.

“Pemerintah meminta agar dalam melaksanakan shalat tarawih berjemaah ini diupayakan dibuat sesederhana mungkin,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Dewi Khalifah. Dikatakan, pada prinsipnya, khusus untuk kegiatan ibadah selama Ramadan, misalnya tarawih, diperkenankan atau diperbolehkan. Tetapi penerapan protokol kesehatan tetap diberlakukan.

“Jangan sampai ada yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Sebab, sangat penting dalam rangka pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Wabup dengan sapaan Nyai Eva itu berharap, mudah-mudahan hadirnya bulan suci Ramadan tahun 2021, semua wabah penyakit termasuk Covid-19 segera berakhir.

“Pelaksanaan tarawih dan witir dilakukan secara berjamaah di masjid dan musala dan sambil lalu berdoa agar Covid-19 segera berakhir,” pungkasnya. (imd/waw)

 

Komentar

News Feed