oleh

Wacana 15 IKM di Sumenep Belum Terbentuk

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Wacana pembentukan 15 industri kecil menengah (IKM) belum terealisasi. Saat ini, hanya tiga produk yang baru terbentuk. Sebab, membutuhkan waktu dan proses yang lama untuk merealisasikan wacana tersebut. Hal ini diakui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Industri dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep M. Halil Rosihan, Minggu (02/5/2021).

Menurutnya, 15 sentra yang dimaksud yakni 15 sentra batik di Desa Pakandangan Barat Kecamatan Bluto, sentra tahu tempe di Desa Lalangon Kecamatan Manding, sentra terasi di Desa Ambunten Timur Kecamatan Ambunten, sentra bambu di Desa Sendir Kecamatan Lenteng, sentra logam di Desa Lenteng Barat Kecamatan Lenteng.

Kemudian, sentra keris di Desa Aeng Tong-Tong Kecamatan Saronggi, sentra keris di Desa Talang Kecamatan Saronggi, sentra kasur di Desa Ellak Daya Kecamatan Lenteng, sentra krupuk puli di Desa Gapura Barat Kecamatan Gapura, sentra siwalan di Desa Nyabakan Barat Kecamatan Batang-Batang.

Selanjutnya, sentra kerang di Desa Brakas Kecamatan Raas, sentra keripik di Desa Lanjuk Kecamatan Manding, sentra mebel di Desa Kombang, Kecamatan Talango, sentra mebel di Desa Palasa Kecamatan Talango, dan sentra mebel di Desa Poteran Kecamatan Talango.

“Yang terbentuk 2021 ini hanya sentra keripik di Desa Lanjuk Kecamatan Manding, sentra siwalan di Desa Nyabakan Barat Kecamatan Batang-Batang, dan sentra Batik di Desa Pakandangan Barat Kecamatan Bluto,” ujarnya.

Dia mengatakan, sentra keripik di Desa Lanjuk Kecamatan Manding sudah mendapatkan surat keputusan (SK) dengan jumlah 23 orang anggota, sentra siwalan di Desa Nyabakan Barat Kecamatan Batang-Batang sebanyak 25 anggota, dan sentra batik di Desa Pakandangan Barat Kecamatan Bluto sebanyak 30 anggota.

“Masing-masing mendapatkan Rp20 juta. Semua IKM akan diberikan pembinaan khusus. Dengan demikian, bisa melakukan pengembangan usaha yang lebih baik kedepannya. Pembentukan sentra butuh proses yang lama dan butuh selama tiga hari untuk dilakukan pembinaan,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengatakan sentra IKM merupakan kelompok IKM dalam satu lokasi atau tempat yang menggunakan bahan baku, menghasilkan produk sejenis, dan melakukan proses produksi yang sama. “Mengelompoknya IKM dalam satu sentra, tentunya akan mempermudah pembinaan untuk semakin meningkatkan kemampuan IKM Sumenep,” ucapnya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, menyarankan dalam upaya penguatan peran sentra IKM, diperlukan pusat pengembangan desain dan teknologi yang disertai dengan pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM). Dinas terkait harus bertekad memberikan pembinaan IKM, lantaran dengan jumlahnya yang besar, mereka menjadi ujung tombak bagi industri manufaktur. (imd/ito)

 

Komentar

News Feed