Wacana Percepatan Pembangunan di Madura Terancam Gagal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) Syafiuddin Asmoro-Anggota Komisi V DPR RI

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Pendanaan percepatan pembangunan sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 terancam gagal. Sebab dalam sistem pendanaan didominasi oleh Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Sehingga masih belum ada proses perencanaan yang jelas tentang pembangunan.

Sebab bilamana dibiarkan, cukup rentan hingga 2024 semua wacana besar akan gagal. Apalagi, sebagian besar pembangunan di Madura masih bersifat wacana dan belum ada ploting anggaran yang disediakan oleh pemerintah pusat. Hal ini diungkapkan anggota Komisi V DPR RI Syafiuddin Asmoro, Senin (24/10/2021).

Menurutnya sumber pendanaan dari KPBU cukup sulit. Sebab masih mencari keuntungan dalam mewacanakan pembangunan di Madura. Bahkan hingga saat ini, hanya pelebaran jalan yang sudah terealisasi. Sedangkan wacana pembangunan besar lainnya masih belum jelas.

“Kalau KPBU ini biasanya profit oriented, sedangkan kalau anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) ini sosial oriented,” ujarnya.

Dari semua mega proyek yang ada dalam program percepatan pengembangan Gerabangsusilo. Sedikitnya 85 persen pendanaan dari KPBU dan 15 persen dari APBN. Sehingga harus ada dorongan, agar pola pendanaan diganti. “Minimal harus 50 banding 50, agar pembangunannya seimbang,” tuturnya.

Sebab jika tidak, perencanaan dalam Perpres Nomor 80 itu sulit direalisasikan. Setidaknya masyarakat tidak terlanjur berharap dan pemerintah juga tidak memberikan harapan palsu. Sebab pembangunan Tol Trans Madura bergantung kesuksesan pembangunan pelabuhan Tanjung Bulu Pandan.

“Kalau pelabuhannya tidak terbangun, maka jelas tolnya juga tidak akan dibangun,” jelasnnya.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bangkalan Eko Haryanto mengaku, sudah menyiapkan beberapa penawaran kerjasama dan juga pemanfaatan pada pelabuhan Tanjung Bulu Pandan. “Kami sudah siapkan beberapa konsep, yang siap dikerjasamakan,” responnya.

Diharapkan semua pihak ikut membantu. Sebab jika pembangunan sukses, tidak hanya Bangkalan yang akan mendapatkan dampak perkembangan ekonomi. Akan tetapi secara umum juga Madura. “Tetapi jika sampai gagal, tentu akan sangat memilukan, karena ini kesempatan langka,” paparnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *